ADAB-ADAB BERDOA DAN SEBAB TIDAK DIKABULKANNYA DOA


ADAB-ADAB BERDOA DAN SEBAB TIDAK DIKABULKANNYA DOA

Oleh : Tgk.Hasanuddin, SH.,MH

Dirangkumkan: Bustami Ahmad

A. Pendahuluan

Doa merupakan inti ibadah dan sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Allah SWT. Dalam Islam, doa bukan sekadar permintaan, tetapi bentuk penghambaan, ketundukan, dan pengakuan akan kelemahan diri di hadapan Allah.

Allah SWT berfirman:

 وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.”

(QS. Ghafir: 60)

B. Adab-Adab Berdoa dalam Islam

Para ulama seperti Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar dan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa doa memiliki adab-adab yang harus diperhatikan agar lebih dekat kepada ijabah (dikabulkan).

1. Ikhlas karena Allah

 وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk menyembah Allah dengan ikhlas…”

(QS. Al-Bayyinah: 5)

2. Memulai dengan Pujian kepada Allah dan Shalawat

Rasulullah SAW bersabda:

 إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ اللَّهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ، ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ ﷺ، ثُمَّ يَدْعُو بَعْدُ بِمَا شَاءَ

“Apabila salah seorang di antara kalian berdoa, hendaklah ia memulai dengan memuji Allah, kemudian bershalawat kepada Nabi, lalu berdoa sesuai keinginannya.”

(HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

3. Mengangkat Kedua Tangan

 إِنَّ رَبَّكُمْ حَيِيٌّ كَرِيمٌ، يَسْتَحْيِي مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا

“Sesungguhnya Tuhan kalian Maha Pemalu dan Maha Mulia, Dia malu jika hamba-Nya mengangkat tangan kepada-Nya lalu Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong.”

(HR. Abu Dawud)

4. Menghadap Kiblat

Dalam hadis disebutkan Nabi berdoa menghadap kiblat (HR. Muslim).

5. Berdoa dengan Penuh Keyakinan

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan.”

(HR. Tirmidzi)

6. Merendahkan Diri dan Khusyuk

 ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut.”

(QS. Al-A’raf: 55)

7. Tidak Tergesa-gesa

 يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي

“Doa seseorang akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa, yaitu berkata: ‘Aku telah berdoa tetapi belum dikabulkan.’”

(HR. Bukhari, Muslim)

8. Mengulang Doa (Tiga Kali)

Rasulullah SAW sering mengulang doa sebanyak tiga kali (HR. Muslim).

9. Memilih Waktu Mustajab

Seperti:

Sepertiga malam terakhir

Antara adzan dan iqamah

Hari Jumat

10. Menghindari Makanan Haram

Ini sangat penting dan menjadi syarat utama diterimanya doa.

C. Tujuh Sebab Tidak Diterimanya Doa

Disebutkan oleh para ulama seperti Ibrahim bin Adham, bahwa ada sebab-sebab doa tidak dikabulkan.

1. Mengenal Allah tetapi tidak menaati-Nya

2. Membaca Al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya

3. Mengaku cinta Rasul tetapi tidak mengikuti sunnahnya

4. Mengaku memusuhi setan tetapi mengikuti langkahnya

5. Mengaku ingin masuk surga tetapi tidak beramal

6. Mengaku takut neraka tetapi terus bermaksiat

7. Sibuk dengan aib orang lain dan melupakan aib sendiri

Dalil Penguat (Makanan Haram Menghalangi Doa)

Rasulullah SAW bersabda:

 يَا أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا... ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ... يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ... فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ؟

“Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik… kemudian disebutkan seseorang yang berdoa… tetapi makanannya haram… maka bagaimana doanya dikabulkan?”

(HR. Muslim)

D. Pandangan Ulama

1. Imam Al-Ghazali (Ihya Ulumuddin)

Doa adalah ibadah hati, dan adabnya lebih utama daripada banyaknya lafaz.

2. Imam An-Nawawi (Al-Adzkar)

Menghimpun adab doa adalah kunci keberkahan dan ijabah.

3. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah (Ad-Da’ wa Ad-Dawa’)

Doa adalah senjata mukmin, tetapi bisa lemah karena dosa.

E. Kesimpulan

Doa bukan sekadar permintaan, tetapi cerminan kualitas iman dan hubungan seorang hamba dengan Allah. Adab-adab doa harus dijaga, dan sebab-sebab tertolaknya doa harus dihindari.

Intinya:

Perbaiki hati (ikhlas)

Perbaiki amal (taat)

Perbaiki sumber rezeki (halal)

Perbaiki hubungan dengan Allah dan manusia

F. Daftar Rujukan Kitab

1. Al-Qur’anul Karim

2. Shahih Bukhari

3. Shahih Muslim

4. Sunan Tirmidzi

5. Sunan Abu Dawud

6. Al-Adzkar , Imam An-Nawawi

7. Ihya Ulumuddin , Imam Al-Ghazali

8. Ad-Da’ wa Ad-Dawa’ , Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Redaksi: Islamic tekhno tv com 

Posting Komentar untuk "ADAB-ADAB BERDOA DAN SEBAB TIDAK DIKABULKANNYA DOA"