Tarbiyah Ramadhan "MASA DEPAN PENDIDIKAN ACEH DI TANGAN SIAPA? "

Pendidikan di tangan siapa? 

MASA DEPAN PENDIDIKAN ACEH DI TANGAN SIAPA? ( Sinergi Tripusat Pendidikan dalam Mewujudkan Aceh Carong Berbasis Nilai-Nilai Pendidikan Islam  )

Bustami Ahmad ( Guru dan Dosen )

Email: tamiahmadweb@gmail.com

Abstrak

Pendidikan Aceh menghadapi tantangan serius dalam mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter Islami. Artikel ini bertujuan menganalisis peran masyarakat, guru, dan orang tua sebagai tripusat pendidikan dalam perspektif pendidikan Islam serta relevansinya dengan konsep Aceh Carong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan Aceh sangat ditentukan oleh integrasi nilai keimanan, profesionalitas guru, keteladanan keluarga, dan budaya sosial yang edukatif. Konsep Aceh Carong hanya dapat diwujudkan melalui pembangunan pendidikan berbasis peradaban yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis, dan khazanah turats.

Kata kunci: Pendidikan Aceh, Aceh Carong, Tripusat Pendidikan, Guru, Pendidikan Islam

Abstract inggris 

Aceh’s education faces serious challenges in producing qualified and Islamic-character-based human resources. This study aims to analyze the role of society, teachers, and parents as the three centers of education in Islamic educational perspective and its relevance to the Aceh Carong concept. This research uses a qualitative approach through library research. The findings show that the success of Aceh’s education is determined by the integration of faith values, teacher professionalism, family role models, and an educational social culture.

Keywords: Aceh Education, Aceh Carong, Islamic Education, Teachers, Parents

Pendahuluan

Aceh merupakan wilayah yang memiliki identitas kuat sebagai pusat pendidikan Islam di Nusantara melalui sistem dayah, meunasah, dan masjid. Namun, realitas pendidikan kontemporer menunjukkan bahwa peningkatan akses pendidikan belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan kualitas dan karakter peserta didik.

Data Badan Pusat Statistik Aceh menunjukkan bahwa harapan lama sekolah masyarakat Aceh mencapai 14,6 tahun, sedangkan rata-rata lama sekolah berada pada angka 9,6 tahun.¹ Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara akses pendidikan dan kualitas hasil pendidikan.

Allah SWT berfirman:

 إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

(QS. الرعد: 11)

Ayat ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh komponen masyarakat.

Rumusan masalah dalam penelitian ini:

1. Bagaimana peran masyarakat dalam pendidikan Aceh?

2. Bagaimana peran guru dalam perspektif pendidikan Islam?

3. Bagaimana peran orang tua sebagai madrasah pertama?

4. Bagaimana integrasi ketiganya dalam mewujudkan Aceh Carong?

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan:

Normatif-teologis

Filosofis

Sosiologis pendidikan

Sumber data:

Al-Qur’an dan hadis

Kitab turats

Literatur pendidikan Islam kontemporer

Data statistik pendidikan Aceh

Kerangka Teoretis

Konsep tripusat pendidikan sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang meliputi:

1. Keluarga

2. Sekolah

3. Masyarakat

Dalam perspektif pendidikan Islam, konsep ini identik dengan:

Pendidikan iman (keluarga)

Pendidikan ilmu (sekolah)

Pendidikan amal dan akhlak (masyarakat)

Tujuan pendidikan Islam menurut Syed Muhammad Naquib al-Attas adalah melahirkan manusia beradab (insan adabi).

Pembahasan

1. Peran Masyarakat dalam Mewujudkan Ekosistem Pendidikan

Allah SWT berfirman:

 وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى

(QS. المائدة: 2)

Menurut Abu Hamid al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin, lingkungan sosial memiliki pengaruh dominan dalam pembentukan karakter anak.

Dalam konteks Aceh, masyarakat memiliki instrumen pendidikan berupa:

Dayah

Meunasah

Majelis taklim

Lembaga ini berfungsi sebagai penguat nilai syariat dan kontrol sosial.

2. Peran Guru sebagai Agen Peradaban

Rasulullah saw bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ مُعَلِّمًا

(HR. Ibnu Majah)

Menurut Burhan al-Din al-Zarnuji dalam Ta’lim al-Muta’allim, guru ideal memiliki:

1. Keikhlasan

2. Kasih sayang

3. Keteladanan

Guru merupakan faktor kunci dalam membangun Aceh Carong karena guru tidak hanya mentransfer ilmu tetapi membentuk adab.

3. Peran Orang Tua sebagai Madrasah Pertama

Allah SWT berfirman:

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

(QS. التحريم: 6)

Menurut Ismail ibn Kathir, ayat ini menegaskan kewajiban orang tua dalam mendidik keluarga dengan ilmu dan adab.

Krisis pendidikan modern salah satunya disebabkan oleh melemahnya fungsi pendidikan keluarga.

4. Integrasi Tripusat Pendidikan dalam Konsep Aceh Carong

Model integrasi:

Pusat Pendidikan Fungsi

Keluarga Pendidikan iman

Sekolah Pendidikan ilmu

Masyarakat Pendidikan karakter

Integrasi ini merupakan bentuk pendidikan berbasis peradaban.

Analisis

Konsep Aceh Carong tidak akan terwujud tanpa:

Guru profesional dan beradab

Keluarga yang berfungsi sebagai madrasah

Masyarakat yang mendukung pendidikan

Kesimpulan

Masa depan pendidikan Aceh berada pada sinergi tripusat pendidikan, yaitu:

1. Masyarakat sebagai ekosistem pendidikan

2. Guru sebagai agen perubahan

3. Orang tua sebagai madrasah pertama

Konsep Aceh Carong hanya dapat diwujudkan melalui pendidikan berbasis iman, ilmu, dan adab.

Footnote

¹ Badan Pusat Statistik Aceh, Indeks Pembangunan Manusia Aceh, 2024.

Al-Ghazali, Ihya’ Ulumuddin, Juz 3.

Az-Zarnuji, Ta’lim al-Muta’allim.

Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim.

Daftar Pustaka

Al-Attas, Syed Muhammad Naquib. Islam and Secularism.

Langgulung, Hasan. Asas-Asas Pendidikan Islam.

Al-Ghazali. Ihya’ Ulumuddin.

Az-Zarnuji. Ta’lim al-Muta’allim.

Ibnu Katsir. Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim.

BPS Aceh. 2024.

Redaksi: Islamic tekhno tv com 

Posting Komentar untuk "Tarbiyah Ramadhan "MASA DEPAN PENDIDIKAN ACEH DI TANGAN SIAPA? " "