KAJIAN KEUANGAN DALAM ISLAM

Kajian Subuh Al Falah, Tgk.Hajarul Akbar, MA

KAJIAN KEUANGAN DALAM ISLAM ( Infak dan Sedekah dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis )

Oleh: Tgk.Hajarul Akbar, MA

Dirangkumkan: Cik Gu Bustami Ahmad

Inti permasalahan

Keuangan dalam Islam tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan harta secara ekonomi, tetapi juga menyangkut dimensi spiritual, sosial, dan moral. Dua instrumen penting dalam sistem keuangan Islam adalah infak dan sedekah, yang berfungsi sebagai mekanisme distribusi kekayaan, pengentasan kemiskinan, serta sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Artikel ini mengkaji konsep infak dan sedekah berdasarkan dalil Al-Qur’an dan hadis, menjelaskan persamaan dan perbedaannya, kepada siapa keduanya diberikan, serta bagaimana posisi orang tua dalam praktik infak dan sedekah baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.

1. Awal kata

Islam merupakan agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk dalam pengelolaan keuangan dan harta. Harta dalam Islam dipandang sebagai amanah dari Allah SWT yang harus digunakan secara benar dan bertanggung jawab.

Allah berfirman:

Dalil Al-Qur’an tentang harta sebagai amanah

قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى

وَأَنفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُم مُّسْتَخْلَفِينَ فِيهِ

وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمۡ مُّسۡتَخۡلَفِينَ فِيهِۚ

Artinya

“Dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu sebagai penguasa (amanah) atasnya.”

(QS. Al-Hadid: 7)

Kandungan ayat

1. Harta bukan milik mutlak manusia.

2. Harta adalah titipan Allah.

3. Harta harus digunakan untuk kebaikan sosial.

Karena itu Islam mengatur beberapa instrumen distribusi kekayaan seperti:

Zakat

Infak

Sedekah

Wakaf

2. Pengertian Infak

Definisi Infak

Secara bahasa: الْإِنْفَاقُ berasal dari kata

أَنْفَقَ – يُنْفِقُ – إِنْفَاقًا

yang berarti mengeluarkan harta.

Menurut istilah syariat:

Infak adalah mengeluarkan sebagian harta untuk kepentingan yang diperintahkan oleh Allah SWT.

Menurut Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Qurthubi:

Infak adalah mengeluarkan harta dalam kebaikan baik yang wajib maupun yang sunnah.

Dalil Infak dalam Al-Qur’an Allah berfirman:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ

Artinya

“Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai.”

(QS. Al-Baqarah: 261)

Kandungan ayat

1. Infak adalah amal yang sangat dianjurkan.

2. Pahala infak dilipatgandakan.

3. Infak memperkuat solidaritas sosial.

3. Pengertian Sedekah

Definisi Sedekah Secara bahasa:

الصَّدَقَةُ berasal dari kata صِدْقٌ yang berarti kebenaran atau kejujuran iman.

Sedekah berarti pemberian seseorang kepada orang lain karena Allah SWT.

Menurut Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim:

Sedekah adalah segala bentuk kebaikan yang diberikan kepada orang lain dengan niat mencari ridha Allah.

Dalil Sedekah dalam Hadis Rasulullah SAW bersabda: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ

كُلُّ سُلَامَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ

Artinya; “Setiap ruas tulang manusia wajib bersedekah.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan: Sedekah tidak hanya berupa uang, tetapi juga: menolong orang

memberi nasihat bahkan senyum

4. Persamaan Infak dan Sedekah

Beberapa persamaan antara infak dan sedekah:

1. Sama-sama mengeluarkan harta, Keduanya adalah bentuk ibadah sosial.

2. Sama-sama dianjurkan oleh Islam, Allah berfirman: إِن تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ

Artinya

“Jika kamu menampakkan sedekahmu maka itu baik.” (QS. Al-Baqarah: 271)

3. Sama-sama berpahala besar

Keduanya merupakan amal yang dicintai Allah.

5. Perbedaan Infak dan Sedekah

Aspek Infak Sedekah:

Makna Mengeluarkan harta Pemberian karena iman

Bentuk Biasanya berupa harta Bisa harta atau non materi

Ruang lingkup Lebih khusus Lebih luas

Hukum Bisa wajib atau sunnah Umumnya sunnah

Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir:

Setiap sedekah adalah infak, tetapi tidak semua infak disebut sedekah.

6. Kepada Siapa Infak dan Sedekah Diberikan

Allah menjelaskan secara jelas dalam Al-Qur’an

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ

قُلْ مَا أَنْفَقْتُم مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ

Artinya

“Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka infakkan. Katakanlah: apa saja yang kamu infakkan hendaklah diberikan kepada kedua orang tua, kerabat...”

(QS. Al-Baqarah: 215)

Urutan penerima infak

1. Orang tua

2. Kerabat

3. Anak yatim

4. Orang miskin

5. Musafir

7. Kedudukan Orang Tua dalam Infak dan Sedekah

Dalam Islam, orang tua adalah pihak yang paling berhak menerima kebaikan.

Dalil Al-Qur’an وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

Artinya:

“Berbuat baiklah kepada kedua orang tua.”

(QS. Al-Isra: 23)

Kandungan ayat

1. Berbakti kepada orang tua adalah kewajiban.

2. Membantu keuangan mereka termasuk ibadah.

8. Infak kepada Orang Tua yang Masih Hidup

Memberi nafkah kepada orang tua merupakan amal yang sangat utama.

Rasulullah bersabda:

أَنْتَ وَمَالُكَ لِأَبِيكَ

Artinya

“Engkau dan hartamu adalah milik ayahmu.”

(HR. Ibnu Majah)

Maknanya:

Anak wajib membantu kebutuhan orang tua.

9. Sedekah untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal

Sedekah tetap bermanfaat bagi orang tua yang telah wafat.

Dalil Hadis: 

إِنَّ أُمِّي افْتُلِتَتْ نَفْسُهَا

وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ

فَهَلْ لَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟

فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: نَعَمْ

Artinya : “Seseorang bertanya: Ibuku meninggal mendadak, apakah jika aku bersedekah atas namanya ia mendapat pahala? Nabi menjawab: Ya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

10. Bentuk Sedekah untuk Orang Tua yang Wafat

Beberapa bentuk amal yang bermanfaat bagi orang tua:

1. Sedekah atas nama mereka

2. Mendoakan mereka

3. Melunasi hutang mereka

4. Menyambung silaturahmi mereka

Dalil hadis:

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ

إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ

Artinya: “Jika manusia meninggal maka terputus amalnya kecuali tiga perkara.” (HR. Muslim)

Yaitu:

1. Sedekah jariyah

2. Ilmu bermanfaat

3. Anak saleh yang mendoakan.

11. Hikmah Infak dan Sedekah

Beberapa hikmah besar:

1. Membersihkan harta

Allah berfirman: خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ

“Ambillah sedekah dari harta mereka untuk membersihkan mereka.”(QS. At-Taubah: 103)

2. Menghapus dosa

Hadis Nabi: الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ

“Sedekah memadamkan dosa.” (HR. Tirmidzi)

3. Menghindarkan dari musibah

Menurut para ulama:

Sedekah menjadi penolak bala.

12. Kesimpulan

Kajian keuangan dalam Islam menunjukkan bahwa harta bukan sekadar alat ekonomi, tetapi sarana ibadah. Infak dan sedekah merupakan instrumen penting dalam sistem sosial Islam.

1. Infak adalah pengeluaran harta untuk kebaikan.

2. Sedekah memiliki makna lebih luas dari infak.

3. Orang tua menjadi pihak paling utama dalam penerimaan infak.

4. Sedekah juga dapat diberikan kepada orang tua yang telah meninggal.

5. Infak dan sedekah memiliki dampak spiritual dan sosial yang besar.

Dengan demikian, praktik infak dan sedekah merupakan bentuk nyata implementasi ajaran Islam dalam membangun masyarakat yang adil, peduli, dan berkeadaban.

Daftar Pustaka: kutipan 

1. Al-Qur’anul Karim

2. Shahih Bukhari

3. Shahih Muslim

4. Imam Nawawi , Syarh Shahih Muslim

5. Ibnu Katsir , Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim

6. Imam Al-Qurthubi , Tafsir Al-Qurthubi

7. Yusuf Al-Qaradawi , Fiqh Az-Zakat

8. Wahbah Az-Zuhaili , Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu

Redaksi: Islamic tekhno tv com 

Posting Komentar untuk "KAJIAN KEUANGAN DALAM ISLAM"