Ketentuan-Ketentuan Zakat Fitrah dalam Perspektif Al-Qur’an, Hadis, dan Pendapat Ulama
Oleh: ust.Bustami Ahmad, S.Ag.M.Pd
Inti permasalahan
Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu sebagai bentuk penyucian diri setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Zakat ini memiliki ketentuan syariat yang jelas mengenai pengertian, dasar hukum, waktu pengeluaran, kadar zakat, serta golongan yang berhak menerimanya. Artikel ini bertujuan menjelaskan secara ilmiah ketentuan zakat fitrah berdasarkan dalil Al-Qur’an, hadis sahih, serta pandangan para ulama dalam kitab-kitab fiqh klasik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan merujuk pada kitab tafsir, hadis, dan fiqh zakat.
1. Pengertian Zakat Fitrah
Secara bahasa, kata zakat berarti tumbuh, suci, dan berkah. Sedangkan fitrah bermakna asal kejadian manusia atau kesucian.
Menurut istilah syariat, zakat fitrah adalah:
Sejumlah makanan pokok yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim pada akhir bulan Ramadhan sebagai penyucian diri bagi orang yang berpuasa.
Imam An-Nawawi dalam kitabnya menjelaskan:
زَكَاةُ الْفِطْرِ صَدَقَةٌ وَاجِبَةٌ بِسَبَبِ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya:
“Zakat fitrah adalah sedekah wajib yang disebabkan oleh berbukanya puasa Ramadhan.”
Rujukan:
Imam An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab
2. Dasar Hukum Zakat Fitrah
1. Dalil Al-Qur’an
Walaupun zakat fitrah tidak disebutkan secara spesifik dalam Al-Qur’an, namun perintah zakat secara umum menjadi dasar kewajibannya.
Surat Al-Baqarah ayat 43
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
Artinya:
“Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat serta rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.”
Isi kandungan ayat
Ayat ini menunjukkan bahwa zakat merupakan kewajiban yang selalu disebut bersama shalat sebagai rukun penting dalam Islam.
Surat At-Taubah ayat 103
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا
Artinya:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.”
Isi kandungan
Zakat memiliki fungsi:
1. Membersihkan jiwa dari sifat kikir
2. Mensucikan harta
3. Membantu fakir miskin
3. Dalil Hadis Tentang Zakat Fitrah
Hadis yang paling kuat tentang zakat fitrah diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar.
Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim
فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Artinya:
“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas setiap muslim, baik budak maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis Hikmah Zakat Fitrah
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ
Artinya:
“Rasulullah mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan kotor serta sebagai makanan bagi orang miskin.”
(HR. Abu Dawud)
4. Orang yang Wajib Membayar Zakat Fitrah
Para ulama menjelaskan bahwa zakat fitrah wajib bagi:
1. Setiap muslim
2. Memiliki kelebihan makanan pada malam Idul Fitri
3. Menanggung keluarga
Imam Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni menyebutkan:
Zakat fitrah wajib atas setiap muslim yang memiliki kelebihan makanan untuk dirinya dan keluarganya pada malam Idul Fitri.
5. Kadar atau Ukuran Zakat Fitrah
Berdasarkan hadis Nabi:
صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ
Ukuran zakat fitrah adalah:
1 Sha’ makanan pokok
Menurut ulama:
1 sha’ = sekitar 2,5 kg – 3 kg makanan pokok.
Pemerintah Indonesia menetapkan, 2,8 Kg
Di Indonesia biasanya berupa:
Beras
Gandum
Kurma (di Timur Tengah)
6. Waktu Pengeluaran Zakat Fitrah
Para ulama membagi waktu zakat fitrah menjadi beberapa kategori:
1. Waktu Wajib
Saat terbenam matahari pada malam Idul Fitri
2. Waktu Sunnah
Setelah shalat Subuh sampai sebelum shalat Id.
Hadis
مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ
Artinya:
“Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat Id maka zakatnya diterima.”
(HR. Abu Dawud)
3. Waktu Boleh
Sejak awal Ramadhan.
Pendapat:
Mazhab Syafi’i
Mazhab Hanafi
4. Waktu Makruh
Setelah shalat Id tetapi sebelum Maghrib.
5. Waktu Haram
Jika sengaja ditunda sampai lewat hari raya.
Hadis:
وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ
Artinya:
“Barang siapa menunaikannya setelah shalat Id maka itu hanya menjadi sedekah biasa".
Ada 7 atau 8 Golongan Penerima Zakat (Asnaf)
Al-Qur’an menjelaskan dalam:
Surat At-Taubah ayat 60
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ
Artinya:
“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk:
1. Fakir
2. Miskin
3. Amil zakat
4. Muallaf
5. Memerdekakan budak
6. Orang yang berhutang di jalan Allah
7. Ibnu Sabil (musafir).
8. Hak Amil (Petugas Zakat)
Amil zakat adalah orang yang diberi tugas:
1. Mengumpulkan zakat
2. Mencatat
3. Menjaga
4. Mendistribusikan
Dalilnya:
وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا
Artinya:
“Petugas-petugas yang mengurus zakat.”
Hak Amil
Menurut ulama fiqh:
Amil berhak mendapat bagian dari zakat sebagai upah kerja.
Imam Al-Qurthubi menjelaskan:
Amil diberikan bagian zakat karena mereka bekerja mengurus harta zakat umat.
Syarat Amil Zakat
1. Muslim
2. Amanah
3. Mengerti hukum zakat
4. Ditunjuk oleh pemerintah atau lembaga resmi
Kitab rujukan:
Al-Mughni , Ibnu Qudamah
Tafsir Al-Qurthubi
9. Hikmah dan Tujuan Zakat Fitrah
Menurut para ulama, hikmah zakat fitrah adalah:
1. Membersihkan jiwa orang berpuasa
Dari dosa kecil selama Ramadhan.
2. Membantu fakir miskin
Agar mereka dapat bergembira pada hari raya.
3. Menumbuhkan solidaritas sosial
Antara orang kaya dan miskin.
4. Menyempurnakan ibadah puasa
Sebagai penutup ibadah Ramadhan.
10. Pendapat Ulama Tentang Zakat Fitrah
Imam Syafi’i
Dalam Al-Umm:
Zakat fitrah wajib atas setiap muslim baik kecil maupun besar yang memiliki kelebihan makanan.
Imam Malik
Dalam Al-Muwatha’:
Zakat fitrah diberikan kepada fakir miskin agar mereka tidak meminta-minta pada hari raya.
Imam Abu Hanifah
Membolehkan zakat fitrah dengan uang yang senilai makanan pokok jika lebih bermanfaat.
Kesimpulan
Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap muslim yang mampu sebagai bentuk penyucian diri setelah berpuasa Ramadhan. Kewajiban ini didasarkan pada hadis sahih Nabi Muhammad SAW dan didukung oleh ayat-ayat Al-Qur’an tentang zakat. Zakat fitrah harus dikeluarkan sebelum shalat Idul Fitri dengan kadar satu sha’ makanan pokok dan diberikan kepada golongan yang berhak menerima zakat sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Amil zakat memiliki hak mendapatkan bagian karena mereka menjalankan tugas pengelolaan zakat umat.
Dengan menunaikan zakat fitrah secara benar sesuai tuntunan syariat, seorang muslim tidak hanya membersihkan dirinya dari kekurangan selama berpuasa tetapi juga membantu meringankan beban saudara-saudara yang membutuhkan.
Daftar Pustaka
1. Imam An-Nawawi , Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab
2. Ibnu Qudamah , Al-Mughni
3. Imam Malik , Al-Muwatha’
4. Imam Syafi’i , Al-Umm
5. Yusuf Al-Qaradawi , Fiqh Az-Zakat
6. Wahbah Az-Zuhaili , Fiqh Islam wa Adillatuhu
7. Tafsir Al-Qurthubi
8. Shahih Bukhari
9. Shahih Muslim
10. Sunan Abu Dawud
Redaksi: Islamic tekhno tv com
Posting Komentar untuk "Ketentuan Zakat Fitrah"