Amalan yang Seharusnya Dilakukan pada Bulan Zulhijjah Sampai Hari Raya Haji dan Hari Tasyrik (10, 11, 12, dan 13 Zulhijjah)
Oleh: ust. Bustami Ahmad, S.Ag.,M.Pd
Bulan Zulhijjah merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam. Pada bulan ini terkumpul ibadah-ibadah agung seperti haji, qurban, puasa, takbir, dzikir, sedekah, dan berbagai amal saleh lainnya. Sepuluh hari pertama Zulhijjah bahkan disebut sebagai hari-hari terbaik sepanjang tahun untuk beramal saleh.
Allah SWT berfirman:
وَٱلْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ
Artinya:
“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.”
(QS. Al-Fajr: 1–2)
Sebagian besar ulama tafsir seperti Ibnu Abbas, Mujahid, dan Ibnu Katsir menjelaskan bahwa “malam yang sepuluh” adalah sepuluh hari pertama Zulhijjah.
Keutamaan 10 Hari Pertama Zulhijjah
Rasulullah saw bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ
Artinya:
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (10 hari pertama Zulhijjah).”
Para sahabat bertanya:
“Tidak juga jihad di jalan Allah?”
Beliau menjawab:
وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ
Artinya:
“Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali sedikit pun.”
(HR. Bukhari)
A. Amalan Bagi Jamaah Haji di Tanah Suci
1. Memperbanyak Talbiyah
Jamaah haji dianjurkan memperbanyak talbiyah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ
Artinya:
“Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.”
Talbiyah merupakan simbol tauhid, ketundukan, dan penghambaan total kepada Allah SWT.
2. Wukuf di Arafah (9 Zulhijjah)
Rasulullah Saw bersabda:
الْحَجُّ عَرَفَةُ
Artinya:
“Haji itu adalah wukuf di Arafah.”
(HR. Tirmidzi, Abu Dawud)
Hari Arafah merupakan puncak ibadah haji. Pada hari itu jamaah haji memperbanyak doa, istighfar, dzikir, dan taubat.
Rasulullah saw bersabda:
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ
Artinya:
“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.”
(HR. Tirmidzi)
3. Mabit di Muzdalifah dan Mina
Jamaah haji bermalam di Muzdalifah setelah dari Arafah, lalu melanjutkan mabit di Mina pada hari-hari tasyrik sebagai bagian dari syiar haji.
4. Melontar Jumrah
Melontar jumrah mengandung makna simbolik melawan godaan setan dan hawa nafsu.
5. Menyembelih Hadyu/Qurban
Allah SWT berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
Artinya:
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)
B. Amalan Bagi Kaum Muslimin yang Tidak Berhaji
1. Memperbanyak Amal Saleh
Semua amal saleh dilipatgandakan pahalanya pada 10 hari pertama Zulhijjah:
Shalat berjamaah
Sedekah
Membaca Al-Qur’an
Dzikir
Menuntut ilmu
Berbakti kepada orang tua
Menyambung silaturrahmi
Membantu fakir miskin
2. Memperbanyak Dzikir dan Takbir
Rasulullah saw bersabda:
فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ
Artinya:
“Maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid pada hari-hari itu.” (HR. Ahmad)
Lafaz takbir:
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Artinya:
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.”
Takbir dibagi menjadi:
a. Takbir Mutlak
Dilakukan sejak 1 Zulhijjah sampai akhir hari Tasyrik.
b. Takbir Muqayyad
Dilakukan setiap selesai shalat fardhu mulai Subuh 9 Zulhijjah sampai Ashar 13 Zulhijjah.
3. Puasa 1–9 Zulhijjah
Rasulullah saw biasa berpuasa pada sembilan hari awal Zulhijjah.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَصُومُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ
Artinya:
“Rasulullah Saw biasa berpuasa sembilan hari Zulhijjah.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)
4. Puasa Arafah (9 Zulhijjah)
Bagi yang tidak berhaji sangat dianjurkan puasa Arafah.
Rasulullah saw bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
Artinya:
“Puasa Arafah aku berharap kepada Allah dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim)
5. Berqurban pada 10 Zulhijjah
Ibadah qurban merupakan sunnah muakkadah menurut jumhur ulama.
Allah SWT berfirman:
لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ
Artinya:
“Daging dan darah hewan qurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)
Makna qurban:
Bentuk ketaatan kepada Allah
Meneladani Nabi Ibrahim AS
Bentuk kepedulian sosial
Mendekatkan diri kepada Allah SWT
C. Larangan bagi Orang yang Hendak Berqurban
Rasulullah saw bersabda:
إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلَا يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا
Artinya:
“Jika telah masuk 10 Zulhijjah dan salah seorang di antara kalian ingin berqurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sedikit pun.” (HR. Muslim)
Hikmahnya adalah menyerupai sebagian keadaan jamaah haji yang sedang ihram.
D. Amalan Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijjah)
Sunnah Hari Raya:
1. Mandi sunnah
2. Memakai pakaian terbaik
3. Bertakbir menuju tempat shalat
4. Shalat Idul Adha
5. Mendengarkan khutbah
6. Menyembelih qurban
7. Mempererat silaturrahmi
E. Hari Tasyrik (11, 12, 13 Zulhijjah)
Hari Tasyrik disebut juga hari makan, minum, dan dzikir kepada Allah.
Rasulullah saw bersabda:
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ
Artinya:
“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.” (HR. Muslim)
Pada hari Tasyrik:
Haram berpuasa
Dianjurkan memperbanyak takbir
Memperbanyak syukur kepada Allah
Menyambung ukhuwah Islamiyah
Hikmah Besar Bulan Zulhijjah
1. Momentum Penyucian Jiwa
Zulhijjah mendidik manusia untuk:
Ikhlas
Sabar
Taqwa
Tunduk kepada Allah
2. Menghidupkan Syiar Tauhid
Talbiyah, takbir, dan qurban merupakan simbol pengagungan kepada Allah SWT.
3. Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Qurban mengajarkan berbagi kepada fakir miskin.
4. Meneladani Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS
Kisah qurban mengajarkan:
Ketaatan mutlak
Keikhlasan
Pengorbanan demi agama
Pandangan Para Ulama
Imam Nawawi
Beliau menjelaskan bahwa amal saleh pada 10 hari pertama Zulhijjah memiliki keutamaan yang sangat besar karena berkumpulnya ibadah-ibadah utama dalam waktu tersebut.
Ibnu Rajab Al-Hanbali
Dalam kitab Lathaif al-Ma’arif, beliau menjelaskan bahwa tidak ada hari dalam setahun yang lebih agung untuk beramal dibanding 10 hari pertama Zulhijjah.
Wahbah Az-Zuhaili
Dalam Fiqhul Islami wa Adillatuhu, beliau menjelaskan bahwa ibadah haji dan qurban adalah syiar terbesar Islam yang menunjukkan ketundukan total seorang hamba kepada Allah SWT.
Kesimpulan
Bulan Zulhijjah adalah musim ibadah dan ladang pahala besar bagi seluruh kaum muslimin, baik yang berhaji maupun yang berada di tanah air masing-masing. Sepuluh hari pertamanya adalah hari terbaik untuk memperbanyak amal saleh. Hari Arafah menjadi momentum pengampunan dosa, Hari Raya Idul Adha menjadi simbol pengorbanan dan ketaatan, sedangkan Hari Tasyrik menjadi hari dzikir dan syukur kepada Allah SWT.
Seorang muslim hendaknya:
Memperbanyak taubat
Memperbanyak dzikir dan takbir
Berpuasa sunnah
Membaca Al-Qur’an
Bersedekah
Berqurban
Menjaga ukhuwah Islamiyah
Menghidupkan sunnah Rasulullah saw
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita pada bulan Zulhijjah dan menjadikan
kita hamba-hamba yang bertaqwa. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Kitab dan Buku Rujukan
1. Al-Qur’anul Karim
2. Shahih Bukhari
3. Shahih Muslim
4. Sunan Abu Dawud
5. Sunan An-Nasa’i
6. Tafsir Ibnu Katsir
7. Riyadhus Shalihin , Imam Nawawi
8. Lathaif al-Ma’arif , Ibnu Rajab Al-Hanbali
9. Fiqhul Islami wa Adillatuhu , Wahbah Az-Zuhaili
10. Minhajul Muslim , Abu Bakar Jabir Al-Jazairi
Redaksi: Islamic tekhno tv com

Posting Komentar untuk "Puncak Amalan Seharusnya Dilakukan di Zulhijjah dan Tasyrik "