MAULID NABI MUHAMMAD SAW DISELENGGARAKAN DWP KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN PIDIE: MEMPERERAT SILATURAHMI, MENUMBUHKAN KEKOMPAKAN, DAN MENGHIDUPKAN KECINTAAN KEPADA RASULULLAH
PIDIE , 5 November 2026
Suasana penuh khidmat, haru, dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie.
Kegiatan yang diikuti oleh ibu-ibu anggota Dharma Wanita ini bukan sekadar menjadi agenda peringatan hari kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum istimewa untuk mempererat tali silaturahmi, membangun kekompakan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di lingkungan keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Pidie.
Di balik terselenggaranya kegiatan tersebut, tampak sebuah pemandangan yang sangat menyentuh hati. Kekompakan dan semangat gotong royong ibu-ibu DWP menjadi gambaran bahwa kebersamaan yang dibangun atas dasar keikhlasan, persaudaraan, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW mampu melahirkan suasana yang penuh makna.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua DWP Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie, yang akrab disapa Ibu Nurul Waflah. Kepemimpinan dan kebersamaan beliau bersama seluruh anggota DWP menjadi bagian penting dalam membangun semangat persatuan dan keharmonisan organisasi.
Mengangkat tema: Rindu Rasul, Rindu Ketangguhan, dan Rindu Kebaikan
Peringatan Maulid kali ini mengangkat tema yang sangat menyentuh dan penuh pesan spiritual, yaitu:
"RINDU RASUL, RINDU KETANGGUHAN, DAN RINDU KEBAIKAN."
Tema tersebut mengandung pesan mendalam bahwa kerinduan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diungkapkan melalui lisan, lantunan selawat, maupun perayaan Maulid semata. Akan tetapi, kerinduan itu harus diwujudkan melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiah yang disampaikan oleh Ust. Salamuddin, AY., M.Ag, para peserta diajak untuk kembali merenungkan betapa besar perjuangan, ketangguhan, kesabaran, dan kasih sayang Rasulullah SAW dalam membimbing umat manusia menuju jalan kebenaran.
Rindu kepada Rasulullah berarti berusaha mengikuti akhlaknya. Rindu kepada ketangguhan berarti belajar menjadi pribadi yang kuat menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Sementara rindu kepada kebaikan berarti menghadirkan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.
Maulid sebagai momentum memperkuat persaudaraan
Ada makna yang lebih luas dari kegiatan ini. Kekompakan ibu-ibu DWP merupakan contoh bahwa organisasi bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga wadah untuk membangun persaudaraan, saling mendukung, dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, nilai-nilai Islam dapat semakin hidup dalam keluarga dan lingkungan masyarakat. Terlebih lagi, peran seorang ibu sangat strategis dalam membentuk karakter generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan memiliki tanggung jawab terhadap agama serta bangsa.
Sebagaimana firman Allah SWT:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللّٰهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
Artinya: "Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu." (QS. Al-Ahzab: 21).
Ayat ini mengingatkan bahwa peringatan Maulid hendaknya menjadi jalan untuk semakin meneladani Rasulullah SAW dalam perkataan, perbuatan, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama.
Penutup: Kebersamaan yang melahirkan keberkahan
Pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh DWP Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie memberikan pesan bahwa keindahan sebuah kegiatan tidak hanya terletak pada kemeriahan acaranya, tetapi juga pada ketulusan, kekompakan, dan nilai-nilai kebaikan yang lahir darinya.
Rasa haru menyaksikan kebersamaan ibu-ibu DWP menjadi pengingat bahwa persaudaraan harus terus dirawat, silaturahmi harus terus dijaga, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW harus terus diwujudkan dalam kehidupan nyata.
Semoga melalui kegiatan Maulid ini, DWP Kementerian Agama Kabupaten Pidie semakin solid, semakin kompak, semakin harmonis, dan senantiasa menjadi wadah yang melahirkan perempuan-perempuan muslimah yang berilmu, berakhlak mulia, serta memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan agama.
Rindu Rasul bukan sekadar kata, tetapi keteladanan. Rindu ketangguhan bukan sekadar harapan, tetapi perjuangan. Rindu kebaikan bukan sekadar impian, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan.
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
Redaksi : Islamic tekhno tv com
Posting Komentar untuk "DWP Kemenag Pidie Memperingati Maulid Nabi Saw Bermakna"