KETENTUAN-KETENTUAN HAJI DAN QURBAN
Bimbar Jum'at
Oleh Bustami Ahmad,S.Ag.,M.Pd
Awal pembahasan
Ibadah haji dan qurban merupakan syi’ar agung dalam Islam yang memiliki dimensi tauhid, pengorbanan, ketaatan, persaudaraan, dan ketakwaan kepada Allah SWT. Haji adalah rukun Islam kelima yang diwajibkan bagi umat Islam yang mampu, sedangkan qurban adalah ibadah sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan bagi kaum muslimin yang memiliki kemampuan.
Allah SWT menjadikan kedua ibadah ini sebagai media penyucian jiwa dan bukti kepatuhan seorang hamba kepada Rabb-nya, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
A. PENGERTIAN HAJI DAN QURBAN
1. Pengertian Haji
Secara bahasa, haji berarti menyengaja menuju sesuatu yang agung.
Secara istilah syariat:
Haji adalah sengaja mengunjungi Baitullah di Makkah untuk melaksanakan ibadah tertentu pada waktu tertentu dengan syarat dan rukun tertentu.
2. Pengertian Qurban
Qurban berasal dari kata:
قَرُبَ – يَقْرُبُ – قُرْبَانًا
yang berarti mendekatkan diri.
Secara istilah:
Menyembelih hewan tertentu pada hari raya Idul Adha dan hari Tasyrik dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT.
B. DASAR HUKUM HAJI
Dalil Al-Qur’an
Allah SWT berfirman:
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
Artinya:
“Dan kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan haji ke Baitullah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari seluruh alam.”
(QS. Ali Imran: 97)
Isi Kandungan Ayat
1. Haji adalah kewajiban.
2. Wajib hanya bagi yang mampu.
3. Haji merupakan syi’ar tauhid.
4. Menolak kewajiban haji termasuk dosa besar.
C. DASAR HUKUM QURBAN
Allah SWT berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Artinya:
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.”(QS. Al-Kautsar: 2)
Isi Kandungan Ayat
1. Qurban merupakan ibadah agung.
2. Qurban harus ikhlas karena Allah.
3. Qurban merupakan bentuk syukur atas nikmat Allah.
D. SYARAT WAJIB HAJI
Haji wajib bagi orang yang memenuhi syarat berikut:
1. Islam
2. Baligh
3. Berakal
4. Merdeka
5. Mampu (Istitha’ah)
Makna Mampu
a. Mampu Fisik
Tubuh sehat dan kuat.
b. Mampu Finansial
Memiliki biaya perjalanan dan nafkah keluarga.
c. Aman Perjalanan
Jalan menuju tanah suci aman.
E. RUKUN HAJI
Rukun haji adalah amalan pokok yang tidak boleh ditinggalkan.
1. Ihram
Berniat memasuki ibadah haji.
Lafaz Niat Haji
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ حَجًّا
Artinya:
“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berhaji.”
2. Wukuf di Arafah
Dilaksanakan tanggal 9 Dzulhijjah.
Hadis Rasulullah SAW:
الْحَجُّ عَرَفَةُ
Artinya: “Haji itu adalah wukuf di Arafah.”
(HR. Tirmidzi)
Isi Kandungan Hadis
Wukuf merupakan inti ibadah haji.
3. Tawaf Ifadhah
Mengelilingi Ka’bah tujuh kali.
4. Sa’i
Berlari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
Dalil:
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ
Artinya:
“Sesungguhnya Shafa dan Marwah termasuk syi’ar Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 158)
5. Tahallul
Mencukur atau memotong rambut.
6. Tertib
Melaksanakan rukun secara berurutan.
F. WAJIB HAJI
1. Ihram dari miqat
2. Mabit di Muzdalifah
3. Mabit di Mina
4. Melempar jumrah
5. Tawaf wada’
6. Menjauhi larangan ihram
Jika ditinggalkan wajib membayar dam.
G. SUNNAH-SUNNAH HAJI
1. Mandi sebelum ihram
2. Talbiyah
3. Memperbanyak dzikir
4. Shalat sunnah di Masjidil Haram
5. Minum air zam-zam
H. LARANGAN IHRAM
1. Memotong kuku
2. Memotong rambut
3. Memakai wangi-wangian
4. Berburu binatang
5. Akad nikah
6. Berhubungan suami istri
Dalil: فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ
Artinya: “Tidak boleh rafats, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan dalam haji.”
(QS. Al-Baqarah: 197)
I. TATA CARA PELAKSANAAN HAJI
1. Ihram dari Miqat
Mandi, memakai pakaian ihram, lalu berniat.
2. Memperbanyak Talbiyah
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ
Artinya: “Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah…”
3. Tawaf Qudum
Mengelilingi Ka’bah.
4. Sa’i
Antara Shafa dan Marwah.
5. Wukuf di Arafah
Memperbanyak doa dan istighfar.
6. Mabit di Muzdalifah
Menginap dan mengambil batu jumrah.
7. Melempar Jumrah
Melambangkan perlawanan terhadap setan.
8. Menyembelih Hadyu
Bagi haji tamattu’ dan qiran.
9. Tahallul
Mencukur rambut.
10. Tawaf Ifadhah dan Tawaf Wada’
Dilakukan sebelum meninggalkan Makkah.
J. KETENTUAN QURBAN
1. Hukum Qurban
Mayoritas ulama: Sunnah Muakkadah.
Mazhab Hanafi: Wajib bagi yang mampu.
2. Hewan Qurban
1. Unta
2. Sapi/Kerbau
3. Kambing/Domba
3. Syarat Hewan Qurban
1. Cukup umur
2. Sehat
3. Tidak cacat
Hadis Rasulullah SAW:
أَرْبَعٌ لَا تَجُوزُ فِي الْأَضَاحِيِّ
Artinya: “Empat cacat yang tidak sah untuk hewan qurban…”
(HR. Abu Dawud)
K. WAKTU PENYEMBELIHAN QURBAN
Mulai setelah shalat Idul Adha sampai akhir hari Tasyrik (13 Dzulhijjah).
Hadis:
مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ الصَّلَاةِ فَإِنَّمَا هُوَ لَحْمٌ قَدَّمَهُ لِأَهْلِهِ
Artinya: “Barang siapa menyembelih sebelum shalat Id, maka itu hanyalah daging biasa untuk keluarganya.”
(HR. Bukhari Muslim)
L. TATA CARA PENYEMBELIHAN QURBAN
1. Membaca Basmalah dan Takbir
بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُ أَكْبَرُ
2. Menghadapkan Hewan ke Kiblat
3. Menggunakan Pisau Tajam
Hadis: إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ
Artinya: “Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan pada segala sesuatu.”(HR. Muslim)
4. Memotong Saluran Leher dengan Sempurna
M. HIKMAH HAJI
1. Membersihkan dosa
2. Persatuan umat Islam
3. Melatih kesabaran
4. Menguatkan tauhid
5. Menghidupkan perjuangan Nabi Ibrahim AS
Hadis:
مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
Artinya: “Barang siapa berhaji lalu tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia kembali seperti bayi yang baru dilahirkan.”(HR. Bukhari Muslim)
N. HIKMAH QURBAN
1. Bukti ketakwaan
2. Menumbuhkan kepedulian sosial
3. Menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim AS
4. Melatih keikhlasan
Allah SWT berfirman:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ
Artinya: “Daging dan darahnya tidak akan sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan kalianlah yang sampai kepada-Nya.”(QS. Al-Hajj: 37)
O. PANDANGAN PARA ULAMA
1. Imam An-Nawawi
Dalam Al-Majmu’ menjelaskan:
Haji adalah kewajiban sekali seumur hidup bagi yang mampu.
2. Imam Ibnu Qudamah
Dalam Al-Mughni:
Qurban termasuk syiar Islam yang sangat dianjurkan.
3. Imam Al-Ghazali
Dalam Ihya’ Ulumuddin:
Hakikat haji adalah perjalanan hati menuju Allah.
P. KISAH NABI IBRAHIM AS DAN NABI ISMAIL AS
Allah SWT berfirman:
يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ
Artinya: “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.”
(QS. Ash-Shaffat: 102)
Nabi Ismail AS menjawab:
يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ
Artinya: “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.”
Q. KESIMPULAN
1. Haji merupakan rukun Islam yang wajib bagi yang mampu.
2. Qurban adalah syiar pengorbanan dan ketakwaan.
3. Kedua ibadah mengajarkan keikhlasan dan kepatuhan kepada Allah.
4. Pelaksanaan haji dan qurban harus sesuai tuntunan syariat.
5. Umat Islam hendaknya memahami ilmu manasik dan hukum qurban agar ibadahnya sah dan diterima Allah SWT.
R. DAFTAR KITAB DAN BUKU RUJUKAN
1. Al-Qur’anul Karim
2. Shahih Bukhari
3. Shahih Muslim
4. Sunan Abu Dawud
5. Sunan Tirmidzi
6. Al-Majmu’ , Imam An-Nawawi
7. Al-Mughni , Ibnu Qudamah
8. Ihya’ Ulumuddin , Imam Al-Ghazali
9. Fiqhus Sunnah , Sayyid Sabiq
10. Tafsir Ibnu Katsir
11. Tafsir Al-Qurthubi
12. Bidayatul Mujtahid , Ibnu Rusyd
13. Fathul Bari , Ibnu Hajar Al-Asqalani
Redaksi : Islamic tekhno tv com
Posting Komentar untuk "KETENTUAN HAJI DAN QURBAN"