Isra’ Mi‘raj: Apa yang Allah Perlihatkan kepada Nabi Muhammad saw dan Tamsilannya bagi Kehidupan Umat Islam hingga Akhir Zaman
Oleh: Cik Gu ust.Bustami, S.Ag.,M.Pd
Pendahuluan
Peristiwa Isra’ dan Mi‘raj Nabi Muhammad Saw bukan sekadar perjalanan luar biasa yang melampaui hukum ruang dan waktu, melainkan peristiwa pendidikan ilahiyah yang sarat pesan moral, spiritual, dan syariat bagi seluruh umat manusia hingga akhir zaman. Dalam peristiwa ini, Allah SWT memperlihatkan kepada Rasul-Nya Saw tamsilan nyata tentang akibat perbuatan manusia, baik yang baik maupun yang buruk, sebagai peringatan dan pelajaran hidup.
Allah SWT berfirman:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
(QS. Al-Isrā’: 1)
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan Isra’ Mi‘raj adalah agar Nabi saw menyaksikan tanda-tanda kekuasaan Allah, termasuk hakikat amal manusia dan balasannya.
Tamsilan Perbuatan Buruk: Peringatan Sepanjang Zaman
Dalam perjalanan Isra’ Mi‘raj, Nabi saw diperlihatkan berbagai bentuk azab simbolik yang menggambarkan dosa-dosa besar umat manusia.
Di antaranya, Rasulullah Saw melihat sekelompok manusia yang kepalanya dihancurkan dengan batu, kemudian kembali seperti semula dan dihancurkan lagi. Ketika Nabi Saw bertanya, dijelaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang melalaikan shalat wajib.
هَؤُلَاءِ الَّذِينَ كَانُوا يَتَثَاقَلُونَ عَنِ الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ
(HR. al-Bukhārī)
Ini adalah peringatan keras bahwa meninggalkan shalat bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk kehancuran iman yang akan berbuah penyesalan di akhirat.
Nabi saw juga diperlihatkan orang-orang yang mulutnya disobek dengan besi dari satu sisi ke sisi lain. Mereka adalah para penyebar kebohongan, fitnah, dan dusta yang merusak masyarakat.
يَكْذِبُ الْكَذْبَةَ تَبْلُغُ الْآفَاقَ
(HR. al-Bukhārī)
Tamsilan ini sangat relevan hingga akhir zaman, khususnya di era media sosial, ketika hoaks dan fitnah tersebar luas tanpa rasa takut kepada Allah.
Selain itu, Nabi saw menyaksikan orang-orang yang memakan bangkai dan darah busuk, sebagai gambaran pelaku zina yang meninggalkan yang halal dan memilih yang haram.
هَؤُلَاءِ الزُّنَاةُ
(HR. al-Ṭabarānī)
Beliau juga melihat orang-orang dengan perut sangat besar, sulit bergerak, sebagai simbol pemakan riba, sistem ekonomi zalim, dan kerakusan dunia.
هَؤُلَاءِ آكِلُو الرِّبَا
(HR. Aḥmad)
Tamsilan Perbuatan Baik: Jalan Keselamatan
Di sisi lain, Nabi Saw juga diperlihatkan keindahan balasan bagi orang beriman dan taat. Beliau menyaksikan orang-orang dengan wajah bercahaya, tenang, dan penuh kemuliaan.
Allah SWT berfirman:
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ
(QS. Al-Qiyāmah: 22–23)
Rasulullah saw juga mencapai Sidratul Muntahā, batas tertinggi makhluk, tempat yang menunjukkan bahwa iman, shalat, dan ketaatan adalah jalan naiknya derajat manusia di sisi Allah.
عِندَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَىٰ
(QS. An-Najm: 15)
Shalat: Inti dan Tujuan Isra’ Mi‘raj
Puncak Isra’ Mi‘raj adalah diwajibkannya shalat lima waktu, satu-satunya ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT tanpa perantara.
فُرِضَتِ الصَّلَوَاتُ خَمْسًا وَهِيَ خَمْسُونَ فِي الْأَجْرِ
(HR. al-Bukhārī dan Muslim)
Allah SWT menegaskan:
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
(QS. An-Nisā’: 103)
Shalat adalah mi‘rajnya orang beriman, pembeda antara iman dan kekafiran, serta ukuran keselamatan seseorang di akhirat.
الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ
(HR. Aḥmad)
Pandangan Ulama
Para ulama menegaskan bahwa Isra’ Mi‘raj adalah pendidikan visual dari Allah.
Imam an-Nawawī menyatakan bahwa apa yang diperlihatkan kepada Nabi saw bertujuan menyadarkan umat tentang akibat amal perbuatan.
Ibnu Ḥajar al-‘Asqalānī menjelaskan bahwa pemandangan tersebut adalah hakikat amal manusia yang kelak akan terungkap di akhirat.
Sementara Imam al-Ghazālī menegaskan:
“Shalat adalah rahasia Mi‘raj. Siapa yang menjaga shalatnya, maka ia sedang menapaki jalan naik menuju Allah.”
(Iḥyā’ ‘Ulūm ad-Dīn)
Penutup
Isra’ Mi‘raj adalah cermin kehidupan manusia hingga akhir zaman. Semua yang Allah perlihatkan kepada Nabi Muhammad Saw adalah peringatan, tamsilan, dan kasih sayang Allah agar manusia kembali kepada iman, menjaga shalat, memperbaiki akhlak, dan menyiapkan bekal akhirat.
Semoga umat Islam tidak hanya memperingati Isra’ Mi‘raj sebagai peristiwa sejarah, tetapi menjadikannya pedoman hidup dan sumber perubahan diri.
Redaksi: Islamic tekhno tv com

Posting Komentar untuk "Isra' Mi'raj dan Allah Perlihatkan Tamsilan Kehidupan Umat"