Tarbiyah Ramadhan: "PERAN ORANG TUA MENYELAMATKAN ANAK DI ERA HP DIGITAL"

Peran Ortu Menyelamatkan Anak di Era HP

PERAN ORANG TUA MENYELAMATKAN ANAK DI ERA HP (Kajian Pendidikan Islam, Psikologi Perkembangan, dan Ilmu Kesehatan Digital)

Oleh: Cik Gu Bustami Ahmad

Inti permasalahan

Era digital menghadirkan kemudahan sekaligus ancaman serius bagi perkembangan anak. Kecanduan gadget berdampak pada kesehatan mental, sosial, spiritual, dan akademik. Artikel ini bertujuan menjelaskan bahaya kecanduan gadget, kesalahan pola asuh orang tua, serta solusi sistematis pendidikan anak berbasis ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dari jurnal ilmiah, penelitian psikologi, dan kitab turats. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran orang tua sebagai murabbi, mu’addib, dan ra’iy sangat menentukan keselamatan generasi di era digital.

Kata kunci: parenting digital, kecanduan gadget, pendidikan Islam, perkembangan anak

A. Awal pembahasan

Anak merupakan amanah Allah:

Dalil

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ

(QS. Al-Furqan: 74)

Makna kandungan:

Anak harus menjadi penyejuk hati, bukan sumber fitnah.

Rasulullah saw bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

(HR. Bukhari Muslim)

Makna: Orang tua bertanggung jawab penuh atas pendidikan anak.

Di era HP, fungsi tarbiyah keluarga melemah sehingga muncul fenomena digital parenting crisis.

Secara ilmiah, penggunaan layar berlebihan:

meningkatkan depresi dan kecemasan

memicu ADHD artinya ADHD adalah singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder, yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas.

ADHD adalah suatu kondisi neurologis yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memusatkan perhatian, mengontrol perilaku, dan mengatur aktivitas. Gejala ADHD dapat meliputi kesulitan memusatkan perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas , sebagai contoh mengganggu tidur dan aktivitas fisik

B. BAHAYA KECANDUAN GADGET

1. Dampak Kesehatan Mental

Penelitian menunjukkan screen time ≥ 4 jam/hari meningkatkan risiko:

depresi

kecemasan

gangguan perilaku ADHD

2. Dampak Sosial

Anak menjadi:

individualis

lemah empati

sulit komunikasi nyata

Penggunaan gadget berlebihan memengaruhi perkembangan sosial dan akademik anak. 

3. Dampak Kognitif dan Akademik

menurunkan konsentrasi

merusak daya baca panjang

melemahkan daya pikir mendalam

4. Dampak Spiritual

Lalai dari dzikir, shalat, dan Al-Qur’an.

Allah berfirman:

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

(QS. At-Takatsur: 1)

Makna: lalai oleh kesibukan dunia.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin:

“Hati anak adalah permata, tergantung bagaimana orang tua membentuknya.”

C. KESALAHAN ORANG TUA DI ERA DIGITAL

1. Menjadikan Gadget sebagai “Pengasuh”

Untuk menenangkan anak.

2. Tidak Memberi Keteladanan

Orang tua juga kecanduan HP.

Secara psikologis anak adalah peniru utama.

3. Minim Interaksi Emosional

Padahal kedekatan keluarga adalah benteng utama.

4. Tidak Ada Aturan Screen Time

Orang tua tidak membuat sistem digital keluarga.

Dalam konsep Islam:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

(QS. At-Tahrim: 6)

Makna: pendidikan keluarga adalah kewajiban.

Ibnu Qayyim , Tuhfatul Maudud:

Kerusakan anak berasal dari kelalaian orang tua.

D. SOLUSI MENDIDIK ANAK DI RUMAH

1. Solusi Tarbiyah Imaniyah

Tanamkan muraqabah:

أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ

(HR. Muslim)

Metode:

shalat berjamaah

tilawah harian

dzikir keluarga

Pendekatan Quranic parenting terbukti mengalihkan anak dari kecanduan gadget. 

2. Solusi Edukasi Digital Parenting

Sistem keluarga:

1. Batas screen time

2. Zona tanpa HP

3. Konten terkontrol

4. Waktu interaksi keluarga

Ahli menyarankan:

aturan durasi

keteladanan orang tua

aktivitas alternatif

3. Solusi Psikologis

Ganti dengan aktivitas:

olahraga

membaca

permainan kreatif

kegiatan alam

Program family detox meningkatkan kedekatan emosional. 

4. Solusi Metode Pendidikan Islam

a. Keteladanan

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

(QS. Al-Ahzab: 21)

b. Pembiasaan

Menurut Ibnu Sina: pendidikan dimulai dengan kebiasaan.

c. Pengawasan dan kasih sayang

Imam An-Nawawi: pendidikan harus dengan rahmah.

E. KONSEP SISTEM PENDIDIKAN ANAK DI ERA DIGITAL

1. Kurikulum Rumah

Ibadah

Adab

Literasi

Life skill

2. Jadwal Harian Anak

Berbasis keseimbangan:

ruhiyah

fikriyah

jasadiyah

ijtima’iyah

3. Lingkungan Shalih

Teman dan aktivitas terarah.

F. ANALISIS INTEGRATIF ILMU & ISLAM

Ilmu modern jadikan kontrol screen time

Islam jadikan kontrol hati dan akhlak

Keduanya harus digabung.

Tujuan pendidikan:

حِفْظُ الدِّينِ – حِفْظُ الْعَقْلِ – حِفْظُ النَّسْلِ

(Maqashid Syariah)

G. KESIMPULAN

1. Kecanduan gadget merusak mental, sosial, akademik, dan spiritual anak.

2. Faktor utama kerusakan adalah kelalaian orang tua.

3. Solusi harus sistematis: iman, psikologi, manajemen digital, dan pendidikan keluarga.

4. Orang tua adalah benteng utama keselamatan generasi.

DAFTAR RUJUKAN

Kitab Turats

Al-Ghazali , Ihya’ Ulumiddin

Ibnu Qayyim , Tuhfatul Maudud

An-Nawawi , Syarh Shahih Muslim

Tafsir

Ibnu Katsir

Al-Qurthubi

Jurnal Ilmiah

Edukasi Dampak Screen Time pada Anak 

Pendampingan Anak Pecandu Gadget 

Quranic Parenting dan Gadget 

Screen Time dan Kesehatan Mental Anak 

PENUTUP (PESAN TARBIYAH)

Anak bukan korban zaman ,tetapi korban kelalaian pendidikan.

Orang tua yang hadir, menjadi anak selamat.

Orang tua yang sibuk dengan HP,  menjadi anak hilang.

Redaksi: Islamic tekhno tv com 

Posting Komentar untuk "Tarbiyah Ramadhan: "PERAN ORANG TUA MENYELAMATKAN ANAK DI ERA HP DIGITAL""