HAL-HAL YANG MEMBATALKAN DAN YANG DIMAKRUHKAN DALAM PUASA (Kajian Fikih Berdasarkan Al-Qur’an, Hadis dan Pendapat Ulama Mazhab)
Oleh: Cik Gu Bustami Ahmad
Inti Pembahasan
Puasa merupakan ibadah yang memiliki rukun, syarat, serta perkara yang membatalkan dan mengurangi kesempurnaannya. Artikel ini membahas secara komprehensif hal-hal yang membatalkan puasa baik secara fisik maupun non-fisik (lisan dan perilaku), serta perkara yang dimakruhkan. Kajian dilakukan dengan pendekatan dalil Al-Qur’an, hadis, analisis pendapat ulama empat mazhab, serta rujukan kitab fikih mu‘tabarah.
Kata kunci: pembatal puasa, makruh puasa, fikih puasa, mazhab empat
Awal pembahasan
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh dari maksiat.
Rasulullah saw bersabda:
رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ
(HR. Ahmad)
Makna: Banyak orang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan haus.
Ini menunjukkan adanya pembatal secara hakiki dan pembatal secara maknawi (menghilangkan pahala).
DASAR HUKUM LARANGAN PEMBATAL PUASA
Firman Allah:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ
(البقرة: 187)
Makna: Larangan makan, minum dan hubungan suami istri sejak terbit fajar sampai malam.
HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA (مُفْطِرَاتُ الصَّوْم)
1. Makan dan Minum dengan Sengaja
فَكُلُوا وَاشْرَبُوا
(البقرة: 187)
Ijma’ ulama:
Semua mazhab sepakat ini membatalkan puasa.
Jika lupa:
مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ
(متفق عليه)
Tidak batal.
Rujukan nya:
Al-Majmū‘ , An-Nawawi
Al-Mughni , Ibnu Qudamah
2. Jima’ di Siang Hari Ramadhan
Dalil:
أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ
(البقرة: 187)
Hadis kafarat:
هَلَكَتُ… وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِي فِي رَمَضَانَ
(متفق عليه)
Konsekuensi:
Batal
Qadha
Kaffarah (memerdekakan budak / puasa 2 bulan / memberi makan 60 miskin)
Rujukan nya: Bidayatul Mujtahid
3. Keluar Mani dengan Sengaja
Seperti:
Onani
Bercumbu hingga keluar mani
Mazhab:
Syafi‘i, Maliki, Hanbali menyebutnya batal
Hanafi menyebutnya batal jika dengan sentuhan langsung
4. Haid dan Nifas
أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ
(HR. Bukhari)
Ijma’: batal.
5. Muntah dengan Sengaja
مَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ، وَمَنِ اسْتَقَاءَ فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ
(HR. Abu Dawud)
6. Hilang Akal (Gila/Murtad)
Karena hilang syarat ibadah
7. Masuk Sesuatu ke Jauf Melalui Lubang Terbuka
Contoh:
Infus nutrisi
Makan melalui hidung
Perbedaan ulama pada suntikan non nutrisi.
HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA TERKAIT TINDAKAN MEDIS
(Perbandingan Mazhab Empat dan Fikih Kontemporer)
A. Dalil Pokok Tentang Pembatal Puasa
1. Al-Qur’an
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ
(البقرة: 187)
Makna istidlal:
Larangan makan dan minum mencakup segala yang menggantikan fungsi keduanya.
2. Hadis
عَنْ لَقِيطِ بْنِ صَبِرَةَ رضي الله عنه قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي عَنِ الْوُضُوءِ
قَالَ:
«وَبَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاقِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا»
(رواه الترمذي)
Wajh ad-dalalah:
Masuknya sesuatu ke dalam rongga melalui saluran terbuka membatalkan puasa.
B. Kaidah Fiqih
1.الأَصْلُ صِحَّةُ الصَّوْمِ حَتَّى يَقُومَ الدَّلِيلُ عَلَى الفَسَادِ
2.مَا وَصَلَ إِلَى الجَوْفِ عَنْ طَرِيقِ مَنْفَذٍ مَفْتُوحٍ أَفْطَرَ
3.مَا كَانَ بِمَعْنَى الأَكْلِ وَالشُّرْبِ أَخَذَ حُكْمَهُمَا
C. Konsep “Jauf” Menurut Mazhab Empat
1. Mazhab Hanafiyah
الجَوْفُ: كُلُّ مَا لَهُ تَجْوِيفٌ فِي البَدَنِ
Segala yang memiliki rongga dan sampai ke dalamnya membatalkan.
Kitab Rujukan: بدائع الصنائع
2. Mazhab Malikiyah
Sesuatu yang masuk ke:
perut
otak
melalui saluran terbuka
Kutab الشرح الكبير للدردير
3. Mazhab Syafi’iyah
وُصُولُ عَيْنٍ إِلَى الجَوْفِ مِنْ مَنْفَذٍ مَفْتُوحٍ
Kitab المجموع للنووي
4. Mazhab Hanabilah
Masuknya sesuatu ke dalam tubuh melalui saluran terbuka membatalkan.
Kitab المغني لابن قدامة
D. Pemetaan Tindakan Medis
1. Infus Nutrisi
Mazhab Empat (Qiyas)
Tidak ada di masa klasik, tetapi diqiyaskan kepada:
الأَكْلُ وَالشُّرْبُ
MEMBATALKAN PUASA.
Fatwa Kontemporer
قرارات مجمع الفقه الإسلامي:
الإبر المغذية تُفَطِّرُ
2. Suntikan Obat
Mazhab Empat
Tidak membahas secara langsung.
Namun kaidah mereka:
Masuk bukan dari منفذ معتاد
Tidak membatalkan.
Fatwa Kontemporer
الإبر العلاجية لا تُفَطِّرُ
3. Dialisis
Mengandung:
pengeluaran darah
cairan nutris
Fiqih Kontemporer: membatalkan.
4. Transfusi Darah
Mazhab klasik tidak membahas secara eksplisit.
Kontemporer:
MEMBATALKAN
karena:
يُقَوِّي البَدَنَ تَقْوِيَةَ الغِذَاءِ
5. Inhaler Asma
Mazhab Klasik (Qiyas ke Bukhur)
Khilaf.
Kontemporer (rajih)
Tidak membatalkan karena:
partikel sangat kecil
bukan nutrisi
6. Tetes Mata
Syafi’iyah
Jika terasa di tenggorokan yaitu batal.
Kontemporer
Tidak membatalkan.
7. Enema
Mazhab Empat
Mayoritas: membatalkan.
Kontemporer ini adalah
Mayoritas lembaga fikih: membatalkan.
8. Endoskopi
Jika tanpa cairan:
Tidak membatalkan (pendapat kuat kontemporer)
E. Tabel Perbandingan
Tindakan Medis Mazhab Empat Fatwa Kontemporer
Infus nutrisi Qiyas: batal Batal
Suntik obat Tidak batal Tidak batal
Dialisis Tidak ada Batal
Transfusi darah Khilaf qiyas Batal
Tetes mata Khilaf Tidak batal
Inhaler Khilaf Tidak batal
Enema Batal Batal
Endoskopi Khilaf Tidak batal (tanpa cairan)
F. Analisis Ushul Fikih
Metode ijtihad kontemporer:
1. القياس
Infus dengan makan minum
2. تحقيق المناط
Apakah:
memberi nutrisi?
menguatkan tubuh?
3. مراعاة التيسير
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ اليُسْرَ
G. Hikmah Fikih Kontemporer
1. Syariat relevan sepanjang zaman
2. Kemudahan bagi orang sakit
3. Integrasi ilmu kedokteran & fikih
H. Kesimpulan
Yang membatalkan
Infus nutrisi ibu
Dialisis
Transfusi darah
Enema
Selang makanan
Yang tidak membatalkan
Suntik obat
Insulin
Vaksin
Tetes mata
Inhaler
Oksigen
I. Referensi Turats & Kontemporer
Kitab Mazhab
1. بدائع الصنائع – الكاساني
2. الشرح الكبير – الدردير
3. المجموع – النووي
4. المغني,– ابن قدامة
Kitab Kontemporer
1. قرارات مجمع الفقه الإسلامي
2. مجموع فتاوى ابن باز
3. فتاوى ابن عثيمين
4. نوازل الصيام المعاصرة – أحمد الخليل
5. المفطرات في ضوء الطب الحديث – محمد علي البار
PEMBATAL PUASA MAKNAWI (MENGHILANGKAN PAHALA)
1. Dusta
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلّٰهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ
(HR. Bukhari)
2. Ghibah dan Namimah
أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا
(الحجرات: 12)
3. Berkata Kotor dan Bertengkar
فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ
(متفق عليه)
Makna:
Tidak membatalkan secara fikih tetapi menghapus pahala.
📚 Rujukan:
Ihya’ Ulumiddin – Al-Ghazali
HAL-HAL YANG DIMAKRUHKAN DALAM PUASA
1. Berkumur Berlebihan
Takut tertelan.
2. Mencicipi Makanan Tanpa Hajat
3. Mengumpulkan Air Liur lalu Menelannya
4. Memandang Syahwat
5. Bekam
Khilaf ulama:‚
Hanbali menyatakan membatalkan
Jumhur ialah makruh
Hadis:
أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ
(HR. Ahmad)
Ditakwil oleh jumhur.
6. Mencium Istri bagi yang Tidak Menahan Syahwat
Kitab rujukan nya :
Fathul Bari
Al-Majmu‘
HIKMAH TARBIYAH DARI MENINGGALKAN PEMBATAL PUASA
1. Tazkiyatun nafs
2. Murāqabah kepada Allah
3. Pendidikan lisan
4. Pendidikan anggota badan
5. Puasa sebagai madrasah takwa
Dalil:
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
(البقرة: 183)
KESIMPULAN
Pembatal puasa terbagi dua:
1. Pembatal hakiki
Makan minum
Jima’
Mani
Haid
Muntah sengaja
Masuk benda ke jauf
Hilang akal
2. Pembatal maknawi
Dusta
Ghibah
Maksiat lisan dan anggota badan
Perkara makruh tidak membatalkan tetapi mengurangi kesempurnaan puasa.
DAFTAR PUSTAKA
Kitab Fikih
1. Al-Majmū‘ , Imam An-Nawawi
2. Al-Mughni , Ibnu Qudamah
3. Bidayatul Mujtahid , Ibnu Rusyd
4. Al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Arba‘ah , Al-Jaziri
Kitab Hadis
1. Shahih Bukhari
2. Shahih Muslim
3. Sunan Abu Dawud
4. Musnad Ahmad
Kitab Tasawuf & Hikmah Puasa
1. Ihya’ Ulumiddin , Imam Al-Ghazali
PENUTUP
Puasa yang sempurna bukan hanya sah secara fikih, tetapi juga terjaga dari segala yang menghilangkan pahala. Inilah hakikat puasa sebagai madrasah tarbiyah ruhiyah.
Redaksi: Islamic tekhno tv com

Posting Komentar untuk "Tarbiyah Ramadhan: " Hal Yang Membatalkan dan Makruhnya Puasa""