TARHIB RAMADHAN " Bersihkan Hati Luaskan Ilmu"

Bersihkan Hati, Luaskan Ilmu,

TARHIB RAMADHAN

“Bersihkan Hati, Luaskan Ilmu”

Oleh : Cik Gu Bustami Ahmad

Inti Pembahasan 

Tarhib Ramadhan merupakan upaya persiapan ruhani dan intelektual dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Tema “Bersihkan Hati, Luaskan Ilmu” menegaskan bahwa keberhasilan ibadah Ramadhan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fisik, tetapi terutama oleh kebersihan hati (tazkiyatun nafs) dan keluasan ilmu (tafaqquh fid-din). Artikel ini mengkaji urgensi penyucian hati dan peningkatan ilmu dalam perspektif Al-Qur’an, Hadis, serta pandangan para ulama klasik dan kontemporer.

Kata Kunci: Tarhib Ramadhan, Tazkiyatun Nafs, Ilmu, Ramadhan, Persiapan Ruhani.

Awal kata

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Namun keberkahan tersebut hanya diraih oleh hati yang bersih dan jiwa yang siap menerima cahaya petunjuk.

Allah SWT berfirman:

 قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا ۝ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

(الشمس: ٩-١٠)

Artinya:

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.”

Kandungan Ayat

Imam Al-Qurthubi dalam Al-Jāmi’ li Aḥkām al-Qur’ān menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan keberuntungan hakiki terletak pada penyucian jiwa dari syirik, nifaq, riya’, hasad, dan penyakit hati lainnya.

Pembahasan

I. Bersihkan Hati (تَزْكِيَةُ الْقَلْبِ)

1. Hati sebagai Pusat Amal

Rasulullah SAW bersabda:

 أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

(رواه البخاري ومسلم)

Artinya:

“Ketahuilah, dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, itulah hati.”

Penjelasan

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hati adalah pusat niat, keikhlasan, dan sumber seluruh amal.

2. Ramadhan sebagai Madrasah Penyucian

Allah berfirman:

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

(البقرة: ١٨٣)

Artinya:

“Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Kandungan Ayat

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an al-‘Azhim menyatakan bahwa tujuan puasa adalah membentuk ketakwaan melalui pengendalian nafsu dan pembersihan jiwa.

3. Penyakit-Penyakit Hati yang Harus Dibersihkan

Allah berfirman:

 فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا

(البقرة: ١٠)

Penyakit hati mencakup:

Hasad (حسد)

Riya’ (رياء)

Ujub (عجب)

Takabbur (تكبر)

Cinta dunia berlebihan (حب الدنيا)

Imam Al-Ghazali dalam Ihyā’ ‘Ulūm ad-Dīn menjelaskan bahwa penyakit hati lebih berbahaya daripada penyakit fisik karena merusak keselamatan akhirat.

II. Luaskan Ilmu (تَوْسِيعُ الْعِلْمِ)

1. Keutamaan Ilmu dalam Islam

Allah berfirman:

 قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

(الزمر: ٩)

“Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”

Dan firman-Nya:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

(المجادلة: ١١)

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.”

2. Ramadhan dan Al-Qur’an

Allah berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ

(البقرة: ١٨٥)

Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Maka memperluas ilmu tafsir, tajwid, dan pemahaman syariat menjadi kewajiban moral.

Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Lathā’if al-Ma’ārif menjelaskan bahwa salafus shalih memperbanyak tilawah dan majelis ilmu di bulan Ramadhan.

3. Kewajiban Menuntut Ilmu

Rasulullah SAW bersabda:

 طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

(رواه ابن ماجه)

Artinya:

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.”

Imam Asy-Syafi’i berkata:

 “من أراد الدنيا فعليه بالعلم، ومن أراد الآخرة فعليه بالعلم، ومن أرادهما فعليه بالعلم”

“Siapa yang menginginkan dunia hendaklah dengan ilmu, siapa yang menginginkan akhirat hendaklah dengan ilmu, dan siapa yang menginginkan keduanya maka dengan ilmu.”

Integrasi Tema: Bersihkan Hati dan Luaskan Ilmu

Ilmu tanpa hati yang bersih melahirkan kesombongan.

Hati tanpa ilmu melahirkan kesesatan.

Allah berfirman:

 إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

(فاطر: ٢٨)

“Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya adalah para ulama.”

Imam Fakhruddin Ar-Razi menjelaskan bahwa ilmu yang benar akan melahirkan khasyah (takut kepada Allah), bukan kesombongan.

Strategi Praktis Tarhib Ramadhan

1. Muhasabah Diri

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

(الحشر: ١٨)

2. Taubat Nasuha

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا

(التحريم: ٨)

3. Memperbanyak Majelis Ilmu

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا كَافَّةً... (التوبة: ١٢٢)

Pandangan Ulama

1. Imam Al-Ghazali – Ihyā’ ‘Ulūm ad-Dīn: Ramadhan adalah bulan latihan mengendalikan syahwat.

2. Ibnu Rajab Al-Hanbali – Lathā’if al-Ma’ārif: Salaf mempersiapkan Ramadhan enam bulan sebelumnya.

3. Imam An-Nawawi – Al-Adzkar: Disunnahkan memperbanyak doa menjelang Ramadhan.

4. Syaikh Yusuf Al-Qaradawi – Fiqh Ash-Shiyam: Puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi membangun kesadaran spiritual dan sosial.

Kesimpulan

Tarhib Ramadhan dengan tema “Bersihkan Hati, Luaskan Ilmu” adalah fondasi utama keberhasilan ibadah Ramadhan.

Hati yang bersih melahirkan keikhlasan.

Ilmu yang luas melahirkan pemahaman yang benar.

Keduanya bersinergi melahirkan ketakwaan.

Sebagaimana firman Allah:

 يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ۝ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

(الشعراء: ٨٨-٨٩)

“Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.”

Daftar Rujukan

1. Al-Qur’an Al-Karim

2. Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’an al-‘Azhim

3. Al-Qurthubi, Al-Jāmi’ li Aḥkām al-Qur’ān

4. Imam An-Nawawi, Syarh Shahih Muslim

5. Imam Al-Ghazali, Ihyā’ ‘Ulūm ad-Dīn

6. Ibnu Rajab Al-Hanbali, Lathā’if al-Ma’ārif

7. Fakhruddin Ar-Razi, Mafātih al-Ghaib

8. Yusuf Al-Qaradawi, Fiqh Ash-Shiyam

Redaksi: Islamic tekhno tv. com 

Posting Komentar untuk "TARHIB RAMADHAN " Bersihkan Hati Luaskan Ilmu""