I. Awal Kata
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang agung, diturunkannya Al-Qur’an di dalamnya, memiliki keutamaan besar, dan termasuk salah satu rukun Islam yang diwajibkan bagi orang-orang yang beriman. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ …
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
QS. Al-Baqarah [2]:183
Dalam tradisi Islam, kaum Muslimin dianjurkan mempersiapkan diri menyambut Ramadhan jauh sebelum masuknya bulan tersebut , yakni sejak bulan Rajab dan Sya’ban.
II. Rajab dan Sya’ban: Bulan Tarbiyah Menjelang Ramadhan
1. Bulan Rajab
Bulan Rajab termasuk dari empat bulan haram menurut firman Allah SWT:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا … وَرَجَبٌ
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, di antaranya empat bulan haram … termasuk Rajab.”
QS. At-Taubah [9]:36
Walaupun tidak ada dalil sahih khusus yang menetapkan ibadah khusus tertentu di bulan Rajab, para ulama menekankan bahwa Rajab merupakan awal tahapan persiapan spiritual, yakni:
Muhasabah (introspeksi diri);
Tobat dari dosa-dosa;
Istighfar (memohon ampun kepada Allah);
Memperbanyak amal shalih sebagai penanaman dasar iman menjelang Ramadhan.
Dalam perspektif ulama, Rajab ibarat awal musim bertanam spiritual sebelum keberkahan Ramadhan tiba.
2. Bulan Sya’ban sebagai Bulan Persiapan
Bulan Sya’ban adalah bulan yang berada di antara Rajab dan Ramadhan, disebut oleh Nabi saw sebagai:
شَهْرُ رَجَبٍ شَهْرُ اللَّهِ، وَشَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرِي، وَشَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ أُمَّتِي
“Bulan Rajab adalah bulan Allah, bulan Sya’ban adalah bulanku, dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku.”
(dirujuk dalam banyak riwayat, meskipun status sanadnya diperselisihkan, namun sering disebut ulama sebagai kiasan tentang kedudukan istimewa Sya’ban)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
ذَلِكَ شَهْرٌ يُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ … فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“(Sya’ban) itu bulan yang diangkat amal-amalnya kepada Rabbul ‘Alamin, maka aku suka amalku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa.”
HR. An-Nasa’i
Diriwayatkan dari Sayyidah ‘Aisyah RA:
… فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
“…Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ berpuasa lebih banyak di suatu bulan selain (puasa di) bulan Sya’ban.”
HR. Al-Bukhari & Muslim
Ini menunjukkan bahwa Sya’ban adalah momentum umat Islam memperbanyak puasa sunnah, ibadah, dan persiapan mental fisik menjelang Ramadhan.
III. Dalil-Dalil dan Dalil Praktis Persiapan Ramadhan
1. Dalil Ibadah Puasa Sunnah di Sya’ban
Hadits dari ‘Aisyah RA tentang puasa Sya’ban termasuk hadits shahih dan dijadikan landasan para ulama bahwa memperbanyak puasa sunnah di bulan ini merupakan bentuk persiapan ibadah:
… وَمَا رَأَيْتُهُ … أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
HR. Bukhari & Muslim
2. Dalil Perlunya Persiapan Ketaatan
Rasulullah saw bersabda tentang hakikat ibadah:
وَمَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ …
“…sedekah tidak mengurangi harta…”
HR. Muslim (sebagai contoh betapa amal meningkat memberi manfaat besar)
(tidak secara khusus tentang persiapan Ramadhan, namun menggambarkan manfaat persiapan amal)
Ini menunjukkan bahwa amal ketaatan pada bulan-bulan persiapan adalah momentum yang memberi keberkahan dan ketinggian spiritual sebelum Ramadhan tiba.
IV. Pandangan Ulama dan Referensi Kitab
Para ulama klasik dan kontemporer membahas peran Rajab dan Sya’ban dalam konteks persiapan Ramadan:
1. Imam Ibn Rajab al-Hanbali (736–795 H)
Dalam Lata’if al-Ma‘arif, beliau menjelaskan:
“Rajab adalah bulan untuk menanam amal, Sya’ban adalah bulan untuk menyiramnya, dan Ramadhan adalah bulan untuk menuai hasilnya…”, (Lata’if al-Ma‘arif oleh Ibn Rajab)
Ini memberikan analogi kuat bahwa persiapan Ramadhan dilakukan secara bertahap mulai Rajab , Sya’ban ,Ramadhan.
2. Kitab Verifikasi Hadis Sya’ban
Kitab Ma Wadhaha Wastibaan fi Fadhaili Syahri Sya’ban oleh Ibnu Dihyah mengkaji hadits-hadits terkait Sya’ban dan menunjukkan dalil-dalil tersebut secara rinci, termasuk hadits puasa Sya’ban dari Aisyah RA.
V. Amal Persiapan yang Dianjurkan
Berdasarkan dalil dan pendapat ulama, amalan yang sebaiknya dilakukan dalam mempersiapkan Ramadhan sejak Rajab dan Sya’ban antara lain:
1. Intensifikasi Puasa Sunnah
Puasa sunnah di bulan Sya’ban sebagai pelatihan fisik dan spiritual.
2. Muhasabah dan Istighfar
Meninjau kembali amal dan tobat dari dosa.
3. Zikir, Shalawat, dan Tilawah Qur’an
Meningkatkan zikir dan membaca Al-Qur’an sebagai persiapan tingkatan ibadah.
4. Meningkatkan Sedekah dan Kebaikan Sosial
Mengeluarkan zakat atau membantu kaum dhu’afa supaya mereka juga siap beribadah dalam Ramadan.
VI. Kesimpulan
1. Rajab dan Sya’ban bukan hanya hitungan waktu , keduanya merupakan momentum spiritual untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan.
2. Dalil utama datang dari sunnah Nabi Saw tentang intensifikasi ibadah terutama puasa sunnah di Sya’ban.
3. Ulama klasik seperti Ibn Rajab menjelaskan secara sistematis bahwa persiapan Ramadhan adalah proses bertahap (menanam , menyiram , menuai).
4. Umat Islam dianjurkan melakukan muḥasabah, taubat, puasa sunnah, tilawah Qur’an, zikir, sedekah, dan amal shalih lain sejak awal Rajab hingga memasuki Ramadan.
Referensi Kitab dan Bacaan Lanjutan
1. Lata’if al-Ma‘arif , Imam Ibn Rajab al-Hanbali.
2. Ma Wadhaha Wastibaan fi Fadhaili Syahri Sya’ban , Ibnu Dihyah (verifikasi hadits Sya’ban).
3. Kitab-kitab fiqih puasa seperti Minhajul Muslim atau Fathul Bari (untuk kajian dalil puasa).
Redaksi: Islamic tekhno tv com

Posting Komentar untuk "TARHIB RAMADHAN"