KENAPA BANYAK ANAK TIDAK HORMAT LAGI KEPADA GURU? ( Analisis Krisis Adab, Pengaruh Lingkungan, Media Sosial, dan Solusi Rekonstruksi Akhlak Murid )
Oleh: Cik Gu Bustami Ahmad
Inti Masaalah:
Fenomena menurunnya penghormatan murid kepada guru merupakan krisis moral yang berdampak pada hilangnya keberkahan ilmu dan runtuhnya wibawa pendidikan. Artikel ini bertujuan menganalisis penyebab utama hilangnya adab terhadap guru, pengaruh lingkungan dan media sosial, serta strategi membangun kembali adab murid berdasarkan perspektif pendidikan Islam dan teori pendidikan modern. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan terhadap Al-Qur’an, Hadis, kitab klasik, dan penelitian pendidikan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa krisis adab berakar pada sekularisasi pendidikan, disorientasi keluarga, budaya digital, dan lemahnya keteladanan. Solusi yang ditawarkan adalah integrasi tarbiyah adab berbasis tauhid, sinergi keluarga, sekolah, serta rekonstruksi kurikulum akhlak.
Kata kunci: adab murid, krisis akhlak, penghormatan guru, pendidikan Islam
PENDAHULUAN
Dalam tradisi Islam, guru adalah pewaris para nabi. Hilangnya penghormatan kepada guru bukan sekadar masalah etika sosial, tetapi tanda hilangnya adab terhadap ilmu.
Imam Az-Zarnuji berkata:
نَحْنُ إِلَى قَلِيلٍ مِنَ الْأَدَبِ أَحْوَجُ مِنَّا إِلَى كَثِيرٍ مِنَ الْعِلْمِ
Artinya: “Kita lebih membutuhkan adab daripada ilmu.”
Fenomena saat ini menunjukkan meningkatnya perilaku:
melawan guru
meremehkan nasihat
tidak sopan dalam kelas
kekerasan verbal di media sosial
Ini menandakan krisis adab yang serius.
LANDASAN TEORETIS: KEDUDUKAN GURU DALAM ISLAM
1. Dalil Al-Qur’an
QS. Al-Mujādalah: 11
يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Makna kandungan:
Allah meninggikan derajat orang berilmu → menunjukkan kewajiban memuliakan guru sebagai pembawa ilmu.
2. Dalil Hadits
قال رسول الله ﷺ:
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ كَبِيرَنَا وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ
Artinya:
“Bukan golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan tidak mengetahui hak ulama.”
3. Perkataan Ulama
Imam Al-Ghazali:
“Ilmu tidak akan diperoleh kecuali dengan memuliakan guru.”
Imam Asy-Syafi’i duduk dengan penuh tawadhu di hadapan gurunya, Imam Malik.
PEMBAHASAN
A. HILANGNYA ADAB SEBAGAI AKAR MASALAH
1. Hilangnya konsep keberkahan ilmu
Dalam Ta’līm al-Muta’allim:
Tidak akan mendapatkan manfaat ilmu kecuali dengan memuliakan ilmu dan ahlinya.
Ketika ilmu hanya dianggap alat mencari kerja, maka adab ditinggalkan.
2. Sekularisasi pendidikan
Pendidikan modern menekankan:
kognitif
nilai akademik
tanpa:
Pembinaan ruhiyah, akhlak
Menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas:
krisis utama pendidikan adalah loss of adab.
3. Rusaknya pola hubungan murid dengan guru
Dulu:
guru itu adalah orang tua ruhani
Sekarang:
guru yaitu penyedia jasa
Ini melahirkan:
budaya komplain
hilangnya khidmah kepada guru
B. FAKTOR LINGKUNGAN DAN MEDIA SOSIAL
1. Budaya digital tanpa adab
Media sosial melahirkan:
kebebasan tanpa batas
komentar kasar
meremehkan otoritas
Menurut teori social learning (Bandura):
Anak meniru apa yang dilihat.
Jika yang dilihat:
Konten menghina guru
Prank kepada guru, menjadi normal.
2. Lemahnya pendidikan keluarga
Hadits:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Artinya: Setiap kalian adalah pemimpin…
Ketika orang tua:
tidak menghormati guru
anak akan meniru.
3. Krisis keteladanan sosial
Lingkungan yang:
tidak sopan
hedonis
melahirkan generasi tanpa adab.
C. DAMPAK TIDAK HORMAT KEPADA GURU
1. Hilangnya keberkahan ilmu
2. Ilmu tidak bermanfaat
3. Rusaknya karakter murid
4. Runtuhnya wibawa pendidikan
Imam Malik berkata:
“Pelajarilah adab sebelum ilmu.”
SOLUSI MEMBANGUN KEMBALI ADAB MURID
1. Rekonstruksi pendidikan berbasis adab
Konsep:
Ta’dib (Al-Attas)
Tujuan pendidikan = melahirkan manusia beradab.
Kurikulum harus memuat:
akhlak kepada guru
adab menuntut ilmu
2. Peran keluarga sebagai madrasah pertama
QS. At-Tahrim: 6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Orang tua harus:
mencontohkan hormat kepada guru
mendoakan guru di rumah
3. Keteladanan guru
Imam Al-Ghazali: Guru harus:
lemah lembut
ikhlas
tidak sombong
Karena adab murid lahir dari akhlak guru.
4. Pendidikan adab di era digital
Strategi:
literasi adab bermedsos
etika komunikasi dengan guru, kontrol konten
5. Menghidupkan budaya pesantren
Ciri:
khidmah kepada guru
tawadhu
taat dalam kebaikan
Karena adab adalah pintu keberkahan ilmu.
KESIMPULAN
Krisis tidak hormatnya murid kepada guru disebabkan oleh:
1. Hilangnya adab dalam sistem pendidikan
2. Pengaruh lingkungan dan media sosial
3. Lemahnya pendidikan keluarga
Solusi utama:
mengembalikan konsep ta’dib
sinergi keluarga, sekolah
keteladanan guru
pendidikan adab digital
Karena dalam Islam:
Adab adalah ruh ilmu.
DAFTAR PUSTAKA (KITAB & REFERENSI)
Kitab Turats
Az-Zarnuji , Ta’līm al-Muta’allim
Al-Ghazali , Ihya Ulumuddin, Bidayatul Hidayah
Hasyim Asy’ari , Adabul ‘Alim wal Muta’allim
Ibnu Jama’ah , Tadzkirotus Sami’ wal Mutakallim
Al-Qur’an dan Hadits
QS. Al-Mujadalah: 11
QS. At-Tahrim: 6
HR. Bukhari
HR. Ahmad
Referensi Ilmiah
Syed Muhammad Naquib Al-Attas , Concept of Education in Islam
Abdullah Nashih Ulwan , Tarbiyatul Aulad fil Islam
Kajian adab murid dalam jurnal pendidikan Islam
PENUTUP (REFLEKSI TARBIYAH)
Ulama salaf berkata:
مَنْ لَا أَدَبَ لَهُ لَا عِلْمَ لَهُ
“Siapa yang tidak punya adab, tidak akan mendapatkan ilmu.”
Redaksi: Islamic tekhno tv com

Posting Komentar untuk "Tarbiyah Ramadhan "KENAPA BANYAK ANAK TIDAK HORMAT LAGI KEPADA GURU?""