Ada 4 Perkara yang Dipertanyakan di Yaumil Hisab

Ada 4 perkara dipertanyakan di Yaumil hisab

Ada 4 Perkara yang Dipertanyakan di Yaumil Hisab ( Kajian Ilmiah Islam Tentang Pertanggungjawaban Manusia di Akhirat )

Oleh: ust.Bustami Ahmad, S.Ag.,M.Pd

Pendahuluan

Hari Akhir atau Yaumul Hisab merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap Muslim. Pada hari itu seluruh manusia akan dibangkitkan dari alam kubur, dikumpulkan di Padang Mahsyar, lalu dihisab (diperhitungkan) seluruh amal perbuatannya selama hidup di dunia. Tidak ada satu pun amal yang luput dari penilaian Allah SWT, baik yang kecil maupun yang besar.

Dalam banyak hadis Rasulullah SAW dijelaskan bahwa terdapat beberapa perkara pokok yang akan dipertanyakan kepada manusia pada Yaumul Hisab. Di antara hadis yang sangat masyhur ialah hadis tentang empat perkara yang akan ditanyakan sebelum seorang hamba melangkah dari tempat hisabnya.

Dasar Hadis Tentang 4 Perkara di Yaumul Hisab

Rasulullah SAW bersabda:

 عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ:

«لَا تَزُولُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ»

Artinya:

“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat di sisi Tuhannya sampai ia ditanya tentang lima perkara: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa digunakan, tentang hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta apa yang telah diamalkan dari ilmu yang diketahuinya.”

(HR. At-Tirmidzi)

Dalam sebagian penjelasan ulama, lima perkara ini sering diringkas menjadi empat pokok besar, yaitu:

1. Umur dan masa muda

2. Ilmu

3. Harta

4. Amal perbuatan

1. Pertanyaan Tentang Umur dan Masa Muda

Dalil Al-Qur'an

Allah SWT berfirman:

 أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ

Artinya:

“Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan telah datang kepadamu pemberi peringatan?”

(QS. Fathir: 37)

Kandungan Ayat

Ayat ini menjelaskan bahwa umur adalah amanah besar dari Allah SWT. Waktu hidup yang diberikan bukan untuk disia-siakan, tetapi dipergunakan untuk:

Beribadah kepada Allah

Menuntut ilmu

Berbuat kebaikan

Memperbaiki diri

Membantu sesama manusia

Masa muda mendapat perhatian khusus karena masa muda adalah masa kekuatan, semangat, dan kesempatan terbaik dalam beramal.

Hadis Tentang Masa Muda

Rasulullah SAW bersabda:

 اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ

Artinya:

“Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara, (di antaranya) masa mudamu sebelum datang masa tuamu.”

(HR. Al-Hakim)

Penjelasan Ulama

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa masa muda adalah fase paling kuat dorongan syahwatnya, sehingga siapa yang mampu menjaga diri di masa muda termasuk golongan yang mulia di sisi Allah.

Ibnu Rajab Al-Hanbali menerangkan bahwa pertanyaan tentang masa muda lebih khusus dibanding umur karena masa muda adalah inti kekuatan manusia.

2. Pertanyaan Tentang Ilmu dan Pengamalannya

Dalil Al-Qur'an

Allah SWT berfirman:

 وَقِفُوهُمْ ۖ إِنَّهُمْ مَسْئُولُونَ

Artinya:

“Dan tahanlah mereka, sesungguhnya mereka akan ditanya.”

(QS. Ash-Shaffat: 24)

Allah juga berfirman:

 هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya:

“Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”

(QS. Az-Zumar: 9)

Kandungan Ayat

Ilmu dalam Islam bukan sekadar diketahui, tetapi harus diamalkan. Orang yang memiliki ilmu memiliki tanggung jawab lebih besar dibanding orang awam.

Ilmu yang tidak diamalkan akan menjadi hujjah yang memberatkan di akhirat.

Hadis Tentang Ilmu

Rasulullah SAW bersabda:

 الْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ

Artinya:

“Al-Qur’an itu bisa menjadi pembela bagimu atau justru menjadi penuntut atasmu.”

(HR. Muslim)

Pandangan Ulama

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa ilmu tanpa amal ibarat pohon tanpa buah.

Sufyan Ats-Tsauri berkata:

“Ilmu akan memanggil amal. Jika amal datang maka ilmu tetap tinggal, namun jika amal tidak datang maka ilmu akan pergi.”

3. Pertanyaan Tentang Harta

Dalil Al-Qur'an

Allah SWT berfirman:

 ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

Artinya:

“Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang segala kenikmatan.”

(QS. At-Takatsur: 8)

Allah juga berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil.”

(QS. An-Nisa: 29)

Kandungan Ayat

Semua harta yang dimiliki manusia hakikatnya milik Allah SWT dan manusia hanyalah pemegang amanah.

Kelak manusia akan ditanya:

Dari mana hartanya diperoleh?

Apakah dengan jalan halal atau haram?

Untuk apa harta itu digunakan?

Hadis Tentang Harta

Rasulullah SAW bersabda:

 إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا

Artinya:

“Sesungguhnya Allah itu Mahabaik dan tidak menerima kecuali yang baik.”

(HR. Muslim)

Penjelasan Ulama

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat tentang nikmat mencakup seluruh bentuk kenikmatan dunia, termasuk harta, jabatan, kesehatan, dan makanan.

Ulama tasawuf menekankan bahwa harta yang halal dan digunakan di jalan Allah akan menjadi cahaya di akhirat, sedangkan harta haram menjadi azab dan penyesalan.

4. Pertanyaan Tentang Amal Perbuatan

Dalil Al-Qur'an

Allah SWT berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Artinya:

“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.”

(QS. Az-Zalzalah: 7–8)

Kandungan Ayat

Ayat ini menunjukkan keadilan Allah SWT yang sempurna. Tidak ada amal yang hilang:

Amal kecil dihitung

Dosa kecil dicatat

Kebaikan sekecil apa pun dibalas

Kezaliman sekecil apa pun dipertanggungjawabkan

Hadis Tentang Amal

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّات

Artinya:

“Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Penjelasan Ulama

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menjelaskan bahwa amal manusia tidak hanya dilihat dari bentuk lahiriahnya, tetapi juga keikhlasan dan niatnya.

Amal yang ikhlas walaupun kecil dapat menjadi besar di sisi Allah, sedangkan amal besar tanpa ikhlas menjadi sia-sia.

Hikmah Memahami Pertanyaan Yaumul Hisab

1. Mendorong Muhasabah Diri

Seorang Muslim akan selalu mengevaluasi kehidupannya sebelum dihisab oleh Allah SWT.

2. Menjadikan Waktu Lebih Bernilai

Waktu tidak dihabiskan untuk perkara sia-sia.

3. Menjaga Kehalalan Rezeki

Takut memakan harta haram dan zalim kepada orang lain.

4. Memotivasi Menuntut dan Mengamalkan Ilmu

Ilmu menjadi jalan keselamatan dunia dan akhirat.

5. Menumbuhkan Kesadaran Akhirat

Manusia sadar bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara.

Pandangan Para Ulama Tentang Yaumul Hisab

Imam Al-Ghazali

Dalam Ihya Ulumuddin, beliau menjelaskan bahwa hisab yang berat terjadi karena manusia lalai mempersiapkan bekal akhirat.

Imam Ibnu Katsir

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, beliau menjelaskan bahwa seluruh nikmat dunia akan dipertanyakan secara rinci.

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

Beliau menasihati bahwa manusia yang cerdas ialah yang banyak mengingat kematian dan mempersiapkan jawaban sebelum ditanya Allah SWT.

Kesimpulan

Empat perkara besar yang akan dipertanyakan pada Yaumul Hisab adalah:

1. Umur dan masa muda

2. Ilmu dan pengamalannya

3. Harta dan penggunaannya

4. Amal perbuatan serta niatnya

Semua itu menunjukkan bahwa hidup manusia bukanlah tanpa tujuan. Setiap detik kehidupan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Karena itu seorang Muslim hendaknya:

Memanfaatkan umur untuk ibadah

Menjaga masa muda dari maksiat

Menuntut dan mengamalkan ilmu

Mencari harta yang halal

Memperbanyak amal saleh dengan ikhlas

Daftar Kitab dan Buku Rujukan

1. Al-Qur’anul Karim

2. Shahih Bukhari

3. Shahih Muslim

4. Sunan At-Tirmidzi

5. Tafsir Ibnu Katsir

6. Riyadhus Shalihin , Imam An-Nawawi

7. Ihya Ulumuddin , Imam Al-Ghazali

8. Jami’ul Ulum wal Hikam , Ibnu Rajab Al-Hanbali

9. Madarijus Salikin , Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

10. Tafsir Al-Qurthubi

11. Fathul Bari ,  Ibnu Hajar Al-Asqalani

Redaksi: Islamic tekhno tv com 



Posting Komentar untuk "Ada 4 Perkara yang Dipertanyakan di Yaumil Hisab"