Umat Terbaik Akhir Zaman adalah Menyeru kepada Amar Ma'ruf Nahi Mungkar

Kajian Subuh Syekh Abd Al -Raqib ( Yaman )

" Umat Terbaik Akhir Zaman adalah Menyeru kepada Amar Ma'ruf Nahi Mungkar dengan Berbagai Model Dakwah " di Mesjid Agung Al Falah Sigli

Materi Kajian Subuh oleh Syekh Abd al-Raqīb bin Aḥmad Saif al-'Aṭṭhās dari Yaman , disertai dalil Al-Qur'an, Hadis Nabi saw, pandangan para ulama, dan rangkuman sesi tanya jawab.

Dirangkumkan Oleh : ust.Bustami bin Ahmad

Awal perkataan

Segala puji hanya milik Allah Subḥānahu wa Ta'ālā yang telah menjadikan umat Nabi Muhammad ﷺ sebagai umat terbaik apabila mereka menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar dengan penuh hikmah.

Allah Ta'ālā berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Artinya:

"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, karena kamu menyuruh kepada yang ma'ruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah."

(QS. Āli 'Imrān: 110)

Kandungan Ayat

- Gelar khairu ummah bukan diberikan karena keturunan, bangsa atau wilayah.

- Kemuliaan diperoleh melalui:

  1. Iman kepada Allah.

  2. Amar ma'ruf.

  3. Nahi mungkar.

- Dakwah merupakan identitas umat Islam hingga akhir zaman.

Amar Ma'ruf Nahi Mungkar Menurut Rasulullah 

Rasulullah Saw  bersabda:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ

Artinya:

"Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya. Jika tidak mampu maka dengan lisannya. Jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman."

(HR. Muslim)

Dakwah Memiliki Banyak Model

Menurut penjelasan Syekh, dakwah tidak hanya dilakukan melalui ceramah.

Allah berfirman:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

Artinya:

"Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah, nasihat yang baik dan berdialog dengan cara yang paling baik."

(QS. An-Naḥl: 125)

Bentuk Dakwah

- Dakwah melalui akhlak.

- Dakwah melalui pendidikan.

- Dakwah keluarga.

- Dakwah ekonomi.

- Dakwah media sosial.

- Dakwah tulisan.

- Dakwah pelayanan masyarakat.

- Dakwah kepemimpinan.

- Dakwah keteladanan.

Semua bentuk tersebut menjadi sarana amar ma'ruf nahi mungkar apabila dilakukan dengan ikhlas dan sesuai syariat.

Pandangan Para Ulama

Imam an-Nawawi

Beliau menjelaskan bahwa amar ma'ruf nahi mungkar merupakan kewajiban umat sesuai kemampuan masing-masing.

Imam al-Ghazali

Dalam Iḥyā' 'Ulūm ad-Dīn, beliau menjelaskan bahwa kerusakan masyarakat bermula ketika amar ma'ruf nahi mungkar ditinggalkan.

Ibnu Taimiyah

Beliau menjelaskan bahwa dakwah harus mendatangkan maslahat yang lebih besar daripada mudarat serta dilakukan dengan hikmah.

Sesi Tanya Jawab

Pertanyaan Pertama di tanyakan oleh :

Ust. Bustami bin Ahmad

Mengapa Islam sebenarnya satu tetapi terjadi banyak perbedaan dan perpecahan?

Jawaban Syekh

Syekh menjelaskan bahwa Islam yang diturunkan Allah tetap satu.

Allah berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

Artinya:

"Berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali Allah dan janganlah kamu bercerai-berai."

(QS. Āli 'Imrān: 103)¹

Perbedaan muncul karena:

- hawa nafsu,

- fanatisme golongan,

- kepentingan politik,

- lemahnya ilmu,

- salah memahami nash,

- kurangnya adab dalam menyikapi perbedaan.

Syekh menekankan bahwa selama perbedaan masih berada dalam ranah ijtihad yang diakui para ulama, umat hendaknya saling menghormati dan tidak mudah mengkafirkan.

Pertanyaan Kedua

Islam lahir di Jazirah Arab, kiblat berada di Makkah, Al-Qur'an berbahasa Arab, mengapa tetap muncul perbedaan?

Jawaban Syekh

Syekh menjelaskan bahwa kesatuan Islam tidak berarti semua persoalan cabang harus sama. Para sahabat sendiri kadang berbeda dalam masalah ijtihad, tetapi tetap bersaudara.

Perbedaan mazhab fiqih yang memiliki dasar ilmiah merupakan bagian dari khazanah keilmuan Islam. Yang tercela adalah fanatisme dan permusuhan.

Allah berfirman:

فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ

Artinya:

"Apabila kamu berselisih tentang sesuatu maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul."

(QS. An-Nisā': 59)

Pertanyaan Ketiga

Bagaimana Yaman menyikapi konflik Palestina yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, serta dukungan Iran kepada Palestina?

Jawaban Syekh

Syekh menegaskan bahwa umat Islam wajib memiliki kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina dan mendoakan keselamatan mereka. Beliau mengajak kaum Muslim untuk memperkuat persatuan, memperbanyak doa, membantu dengan cara-cara yang dibenarkan syariat dan hukum yang berlaku, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas.

Beliau juga mengingatkan agar setiap Muslim menilai konflik berdasarkan prinsip keadilan, kemanusiaan, dan ajaran Islam, bukan semata-mata karena fanatisme kelompok. Persoalan hubungan antarnegara dan strategi politik merupakan wilayah yang kompleks, sehingga hendaknya disikapi dengan ilmu, kebijaksanaan, dan kehati-hatian.

Hikmah Materi Kuliah Subuh

1. Umat terbaik adalah umat yang aktif berdakwah.

2. Dakwah harus dilakukan dengan hikmah.

3. Amar ma'ruf nahi mungkar merupakan kewajiban sesuai kemampuan.

4. Perbedaan ijtihad tidak boleh menjadi sebab permusuhan.

5. Persatuan umat merupakan kebutuhan besar pada akhir zaman.

6. Kepedulian terhadap sesama Muslim harus diwujudkan dengan doa, bantuan yang benar, dan menjaga persaudaraan.

Penutup

Materi Kuliah Subuh Syekh Abd al-Raqīb bin Aḥmad Saif al-'Aṭṭās di Masjid Agung Al-Falah Sigli menegaskan bahwa kekuatan umat Islam pada akhir zaman terletak pada keimanan, persatuan, akhlak, dan kesungguhan dalam melaksanakan amar ma'ruf nahi mungkar melalui berbagai bentuk dakwah yang bijaksana. Umat Islam diingatkan agar tetap berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah, menghormati perbedaan ijtihad yang sah, serta menghadapi berbagai persoalan umat dengan ilmu, kesabaran, dan kebijaksanaan.

Daftar Rujukan

1. Al-Qur'an al-Karim.

2. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī.

3. Ṣaḥīḥ Muslim.

4. Imam an-Nawawi, Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim.

5. Imam al-Ghazali, Iḥyā' 'Ulūm ad-Dīn.

6. Ibnu Taimiyah, Majmū' al-Fatāwā.

7. Ibnu Katsir, Tafsīr al-Qur'ān al-'Aẓīm.

8. al-Qurṭubi, Al-Jāmi' li Aḥkām al-Qur'ān.

9. Wahbah az-Zuḥailī, Tafsīr al-Munīr. 

Redaksi Islamic tekhno tv com 

Posting Komentar untuk "Umat Terbaik Akhir Zaman adalah Menyeru kepada Amar Ma'ruf Nahi Mungkar "