MIMBAR JUM’AT “BAGAIMANA CARA CARA MENCINTAI RASULULLAH Saw DI ZAMAN MODERN INI”


“BAGAIMANA CARA MENCINTAI RASULULLAH Saw  DI ZAMAN MODERN INI”

Oleh : ust. Bustami Ahmad,S.Ag.,M.Pd

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَسْتَهْدِيهِ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.

مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

Jamaah Jum’at rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah سبحانه وتعالى dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Pada kesempatan khutbah kali ini, marilah kita renungkan sebuah perkara yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim, yaitu:

“BAGAIMANA CARA MENCINTAI RASULULLAH Saw DI ZAMAN MODERN INI?”

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Mencintai Rasulullah Saw bukan hanya dengan mengucapkan bahwa kita mencintai beliau. Cinta kepada Rasulullah Saw harus dibuktikan melalui iman, ketaatan, mengikuti sunnah, meneladani akhlak, memperbanyak shalawat, membela kehormatan beliau dengan cara yang benar, serta menjadikan ajaran beliau sebagai pedoman kehidupan.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

1. Cinta kepada Rasulullah Saw  harus dibuktikan dengan mengikuti beliau

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya:

“Katakanlah: Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

(QS. Ali ‘Imran: 31)

Kandungan ayat

Ayat ini menunjukkan bahwa bukti cinta kepada Allah adalah mengikuti Rasulullah Saw . Dengan demikian, cinta kepada Rasulullah Saw  juga bukan sekadar perasaan di dalam hati, tetapi diwujudkan dengan mengikuti petunjuk beliau.

Para ulama menjelaskan bahwa ittiba’ berarti mengikuti Rasulullah Saw dalam keyakinan, ibadah, akhlak, perkataan dan perilaku sesuai kemampuan seorang Muslim.

2. Mencintai Rasulullah Saw berarti menjadikan beliau sebagai teladan

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya:

“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir serta banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Jamaah yang dirahmati Allah,

Ayat ini mengajarkan bahwa Rasulullah Saw  adalah uswah hasanah, teladan terbaik.

Maka, jika kita mengaku mencintai Rasulullah Saw hendaknya kita belajar bagaimana beliau:

- berkata dengan benar;

- menjaga amanah;

- menghormati orang tua;

- menyayangi anak-anak;

- menghormati tetangga;

- memaafkan kesalahan;

- berlaku adil;

- bersikap lembut;

- rendah hati;

- menjaga lisan;

- dan selalu mengingat Allah سبحانه وتعالى

3. Mencintai Rasulullah Saw  berarti mencintai sunnahnya

Rasulullah Saw  bersabda:

فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ

Artinya:

“Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sampai aku lebih ia cintai daripada orang tuanya dan anaknya.”

Dalam riwayat lain disebutkan:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai aku lebih ia cintai daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.”

Hadis ini diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari, Kitab al-Iman.

Artinya bukan berarti seorang Muslim tidak boleh mencintai orang tua, anak, keluarga dan sesama manusia. Justru Islam mengajarkan kasih sayang.

Tetapi ketika terjadi pertentangan antara perintah Allah dan Rasul-Nya dengan hawa nafsu atau kepentingan pribadi, seorang Mukmin mendahulukan Allah dan Rasul-Nya.

4. Cara mencintai Rasulullah Saw di zaman teknologi dan media sosial

Jamaah Jum’at rahimakumullah,

Kita hidup di zaman yang berbeda dengan zaman Rasulullah Saw 

Hari ini kita memiliki:

- internet;

- media sosial;

- YouTube;

- Facebook;

- Instagram;

- TikTok;

- WhatsApp;

- berbagai platform digital.

Teknologi dapat menjadi jalan menuju kebaikan, tetapi juga dapat menjadi jalan menuju kelalaian.

Karena itu, salah satu bentuk cinta kepada Rasulullah Saw  pada zaman modern adalah:

Pertama: Menjadikan media sosial sebagai sarana kebaikan.

Gunakan teknologi untuk:

- membaca Al-Qur’an;

- mempelajari hadis;

- mengikuti kajian ilmu;

- menyebarkan nasihat yang benar;

- mempererat silaturahmi;

- mengajarkan akhlak;

- dan menyampaikan kebaikan.

Jangan sampai jari kita ringan menyebarkan berita yang belum jelas, fitnah, penghinaan, kebencian, atau sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Rasulullah ﷺ.

Kedua: Menjaga lisan dan tulisan.

Rasulullah Saw  mengajarkan agar seorang Muslim berkata baik atau diam.

Maka pada zaman media sosial, jempol kita juga harus memiliki akhlak.

Sebelum menulis atau membagikan sesuatu, tanyakan:

“Apakah ini benar?”

“Apakah ini bermanfaat?”

“Apakah ini diridhai Allah?”

“Apakah Rasulullah Saw  mengajarkan akhlak seperti ini?”

5. Memperbanyak membaca shalawat

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)

Maka di antara tanda kecintaan kepada Rasulullah Saw adalah memperbanyak shalawat kepada beliau.

Salah satu shalawat yang diajarkan Nabi ﷺ adalah:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

6. Mempelajari sirah dan sunnah Rasulullah Saw 

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Bagaimana mungkin kita mencintai seseorang yang tidak kita kenal?

Karena itu, salah satu cara mencintai Rasulullah Saw adalah mempelajari kehidupan beliau.

Pelajarilah:

- kelahiran beliau;

- perjuangan dakwah beliau;

- kesabaran beliau;

- ibadah beliau;

- akhlak beliau;

- hubungan beliau dengan keluarga;

- hubungan beliau dengan sahabat;

- perjuangan beliau dalam menegakkan kebenaran;

- dan cara beliau menghadapi berbagai ujian.

Semakin kita mengenal Rasulullah Saw , semakin kita memahami betapa agung akhlak dan perjuangan beliau

7. Menghidupkan akhlak Rasulullah Saw dalam keluarga dan masyarakat

Rasulullah Saw  bukan hanya mengajarkan ibadah ritual.

Beliau juga mengajarkan:

الصدق — kejujuran.

الأمانة — amanah.

الرحمة — kasih sayang.

التواضع — rendah hati.

العفو — memaafkan.

العدل — keadilan.

Maka cinta kepada Rasulullah Saw  harus terlihat di rumah.

Seorang ayah yang mencintai Rasulullah Saw  akan berusaha menjadi ayah yang bertanggung jawab.

Seorang ibu akan berusaha mendidik anak-anak dengan kasih sayang dan keteladanan.

Seorang anak akan menghormati orang tuanya.

Seorang guru akan mendidik dengan amanah.

Seorang pemimpin akan berlaku adil.

Seorang pedagang akan jujur.

Seorang tetangga akan menjaga hak tetangganya.

Inilah cinta kepada Rasulullah Saw  yang hidup dalam realitas.

8. Mengutamakan petunjuk Rasulullah Saw  daripada hawa nafsu

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya:

“Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati terhadap keputusan yang engkau berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”

(QS. An-Nisa’: 65)

Ayat ini menunjukkan bahwa cinta kepada Rasulullah Saw harus melahirkan ketaatan dan ketundukan kepada petunjuk beliau.

9. Cinta kepada Rasulullah ﷺ harus mengikuti pemahaman yang benar

Jamaah Jum’at rahimakumullah,

Cinta kepada Rasulullah Saw  harus berada di atas ilmu.

Jangan sampai seseorang mengaku mencintai Rasulullah Saw tetapi melakukan sesuatu yang tidak pernah beliau ajarkan dengan alasan cinta.

Ibnu Taimiyah رحمه الله dalam Iqtida’ ash-Shirath al-Mustaqim menjelaskan pentingnya mengikuti Rasulullah Saw  dan tidak menjadikan agama berdasarkan hawa nafsu.

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله juga menjelaskan dalam Madarij as-Salikin bahwa kecintaan kepada Allah memiliki konsekuensi berupa mengikuti Rasulullah Saw .

Dengan demikian, ukuran cinta bukan sekadar banyaknya slogan, tetapi seberapa jauh sunnah Rasulullah Saw  hadir dalam kehidupan kita.

10. Cinta kepada Rasulullah Saw harus melahirkan akhlak yang mulia

Jamaah yang dirahmati Allah,

Jangan sampai seseorang banyak berbicara tentang cinta kepada Rasulullah ﷺ, tetapi lisannya suka mencaci.

Jangan sampai rajin bershalawat tetapi masih suka menipu.

Jangan sampai mengaku mengikuti sunnah tetapi suka merendahkan sesama Muslim.

Jangan sampai berbicara tentang Rasulullah Saw  tetapi tidak meneladani akhlaknya.

Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang Rasulullah :

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Artinya:

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.” ( QS. Al-Qalam: 4)

Maka semakin cinta kita kepada Rasulullah ﷺ, seharusnya semakin baik pula akhlak kita.

INTI KHUTBAH PERTAMA

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Mari kita simpulkan bahwa cara mencintai Rasulullah Saw di zaman modern antara lain:

1. Menguatkan iman kepada Rasulullah Saw 

2. Mengikuti sunnah beliau.

3. Menjadikan beliau sebagai teladan.

4. Mempelajari Al-Qur’an dan hadis.

5. Mempelajari sirah Rasulullah Saw 

6. Memperbanyak shalawat.

7. Meneladani akhlak beliau.

8. Menggunakan teknologi untuk kebaikan.

9. Menjaga lisan dan media sosial.

10. Membela kehormatan Rasulullah saw dengan ilmu, akhlak, dan cara yang benar.

11. Mengajarkan kecintaan kepada Rasulullah Saw  kepada generasi muda.

12. Mendahulukan petunjuk Rasulullah Saw  daripada hawa nafsu dan kepentingan pribadi.

Semoga cinta kita kepada Rasulullah ﷺ bukan hanya berada di bibir, tetapi hidup dalam hati, pikiran, perkataan, keluarga, pekerjaan, masyarakat dan seluruh kehidupan kita.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.


KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَىٰ أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Jamaah Jum’at rahimakumullah,

Marilah kita bertakwa kepada Allah dan terus memperbaiki diri.

Mari kita bertanya kepada diri kita masing-masing:

Apakah kita benar-benar mencintai Rasulullah Saw ?

Jika kita mencintai beliau, apakah kita mengikuti sunnahnya?

Jika kita mencintai beliau, apakah akhlak kita mencerminkan ajarannya?

Jika kita mencintai beliau, apakah keluarga kita mengenal beliau?

Jika kita mencintai beliau, apakah media sosial kita menjadi sarana dakwah dan kebaikan?

Jika kita mencintai beliau, apakah kita menjaga lisan dari fitnah, kebohongan dan permusuhan?

Rasulullah Saw  telah meninggalkan petunjuk yang sangat jelas. Maka janganlah kita hanya mengenang beliau, tetapi marilah kita mengikuti beliau.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya:

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.” (QS. Al-Hasyr: 7)

Kita doakan kepada Allah

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ ﷺ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَيُحِبُّ نَبِيَّكَ.

“Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kecintaan kepada-Mu, kecintaan kepada Nabi-Mu Muhammad Saw , dan kecintaan kepada orang-orang yang mencintai-Mu dan mencintai Nabi-Mu. اَللَّهُمَّ ارْزُقْنَا اتِّبَاعَ سُنَّةِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ ﷺ.

“Ya Allah, karuniakanlah kepada kami kemampuan untuk mengikuti sunnah Nabi kami Muhammad Saw .”

اَللَّهُمَّ حَسِّنْ أَخْلَاقَنَا كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقَنَا.

“Ya Allah, perbaikilah akhlak kami sebagaimana Engkau telah memperindah penciptaan kami.”

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ شَبَابَنَا، وَأَصْلِحْ أَوْلَادَنَا، وَأَصْلِحْ أُسَرَنَا وَمُجْتَمَعَنَا.

“Ya Allah, perbaikilah generasi muda kami, anak-anak kami, keluarga kami dan masyarakat kami.”

اَللَّهُمَّ احْفَظْنَا مِنَ الْفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.

“Ya Allah, lindungilah kami dari berbagai fitnah, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.”

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا، وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

رujukan utama

1. Al-Qur’an al-Karim — QS. Ali ‘Imran: 31; An-Nisa’: 65; Al-Ahzab: 21 dan 56; Al-Qalam: 4; Al-Hasyr: 7.

2. Shahih al-Bukhari, Kitab al-Iman, khususnya hadis tentang kewajiban mencintai Rasulullah Saw 

3. Shahih Muslim, hadis-hadis tentang iman, ittiba’ dan kecintaan kepada Rasulullah Saw .

4. Riyadhus Shalihin, Imam an-Nawawi رحمه الله.

5. Syarh Shahih al-Bukhari / Fath al-Bari, Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani رحمه الله.

6. Tafsir Ibn Katsir, Al-Hafizh Ismail bin Umar Ibn Katsir رحمه الله.

7. Tafsir ath-Thabari, Imam ath-Thabari رحمه الله.

8. Tafsir as-Sa’di, Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di رحمه الله.

9. Madarij as-Salikin, Ibnul Qayyim رحمه الله.

10. Iqtida’ ash-Shirath al-Mustaqim, Ibnu Taimiyah رحمه الله.

11. Asy-Syama’il al-Muhammadiyyah, Imam at-Tirmidzi رحمه الله — untuk mengenal sifat, akhlak dan kehidupan Rasulullah Saw 

Redaksi: Islamic tekhno tv com 

 resmi di masjid, teks Arab dan terjemahan /daerah setempat. Isi pokoknya sengaja menekankan bahwa mahabbah kepada Rasulullah ﷺ dibuktikan dengan ittiba’, akhlak,  sunnah, bukan hanya ungkapan kecintaan. Pandangan bahwa kecintaan kepada Nabi berkaitan erat dengan ketaatan dan amal juga s

Posting Komentar untuk "MIMBAR JUM’AT “BAGAIMANA CARA CARA MENCINTAI RASULULLAH Saw DI ZAMAN MODERN INI”"