MAKNA HAKIKI SILATURRAHM

Hakikat Silaturrahmi,by.Tgk.Nasril Adly,M.Pd

MAKNA HAKIKI SILATURRAHMI: PERTEMUAN LANGSUNG SESAMA MANUSIA DALAM HABLUM MINANNAS

Dirangkumkan oleh: Bustami Ahmad

A. Awal penyampaian

Silaturrahmi merupakan salah satu ajaran fundamental dalam Islam yang menegaskan pentingnya hubungan sosial (hablum minannas). Dalam kehidupan modern yang semakin digital, makna silaturrahmi sering mengalami penyempitan hanya sebatas komunikasi jarak jauh. Padahal, Islam sangat menekankan pertemuan langsung (liqa’ mubasyar) sebagai bentuk hubungan yang lebih sempurna, penuh keberkahan, dan sarat nilai spiritual.

Silaturrahmi bukan sekadar interaksi sosial, tetapi merupakan ibadah yang memiliki implikasi dunia dan akhirat.

B. Pengertian Silaturrahmi

Secara bahasa:

Silah (صلة): menyambung

Rahim (رحم): hubungan kekerabatan

Secara istilah:

Silaturrahmi adalah usaha menyambung hubungan kasih sayang, komunikasi, dan interaksi sosial dengan keluarga, kerabat, dan sesama manusia dalam rangka mencari ridha Allah SWT.

C. Dalil Al-Qur’an tentang Silaturrahmi

1. Perintah Menyambung Silaturrahmi

Firman Allah SWT:

 وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Artinya: “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (nama)-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan silaturrahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”

(QS. An-Nisa: 1)

Isi kandungan ayat:

Silaturrahmi disejajarkan dengan ketakwaan

Menjaga hubungan keluarga adalah kewajiban utama

2. Ciri Orang Bertakwa

 وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ...

Artinya: “…dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat…”

(QS. Al-Baqarah: 177)

Isi kandungan ayat :

Silaturrahmi tidak hanya fisik, tapi juga bantuan materi

Prioritas utama: keluarga dekat

3. Ancaman Memutus Silaturrahmi

 فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ

Artinya: “Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?”

(QS. Muhammad: 22)

D. Hadis Rasulullah SAW tentang Silaturrahmi

1. Silaturrahmi Memanjangkan Umur dan Melapangkan Rezeki

 مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturrahmi.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

2. Tidak Masuk Surga Orang yang Memutus Silaturrahmi

 لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ

Artinya: “Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturrahmi.”

(HR. Bukhari)

3. Keutamaan Silaturrahmi Secara Langsung

أَفْضَلُ الْأَعْمَالِ إِدْخَالُ السُّرُورِ عَلَى الْمُؤْمِنِ

Artinya: “Amalan terbaik adalah membahagiakan seorang mukmin.”

(HR. Thabrani)

Konteks: Pertemuan langsung lebih kuat dalam menghadirkan kebahagiaan dibanding sekadar pesan atau media digital.

E. Makna Hakiki Pertemuan Langsung dalam Silaturrahmi

1. Menguatkan Ikatan Emosional

Pertemuan langsung menghadirkan:

Sentuhan kasih sayang

Ekspresi wajah

Bahasa tubuh

Ini tidak dapat digantikan oleh teknologi.

2. Menumbuhkan Keikhlasan dan Empati

Dengan bertemu langsung:

Kita merasakan kondisi nyata orang lain

Muncul kepedulian yang tulus

3. Menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW

Rasulullah SAW selalu:

Mengunjungi sahabat

Menjenguk orang sakit

Menghadiri undangan

4. Menghilangkan Konflik dan Dendam

Pertemuan langsung mampu:

Melunakkan hati

Mempercepat proses maaf

F. Implementasi Silaturrahmi dalam Hablum Minannas

1. Kepada Orang Tua (Birrul Walidain)

 وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

Artinya: “Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.”

(QS. Al-Isra: 23)

Bentuk:

Mengunjungi secara langsung

Melayani dan membantu

Berbicara dengan lembut

Hadis maja: 

Meujajak

Meujojok dan

Meujeut jeut

2. Kepada Saudara dan Kerabat

Menjaga komunikasi rutin

Menghadiri acara keluarga

Membantu saat kesulitan

3. Kepada Tetangga

 مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ...

Artinya: “Jibril terus berwasiat kepadaku tentang tetangga…”

(HR. Bukhari)

Bentuk:

Saling mengunjungi, Memberi bantuan dan Menjaga hubungan baik, adanya kepedulian , pengertian saling tegur sapa

4. Anak Yatim yaitu yang semestinya di jaga bersama bagi yang mampu menghargainya dan kepedulian yang sampai menghardiknya baik di segi harta dan pendidikannya 

5. Fakir miskin yaitu perlu adanya perhatian kusus yang kita lebih kita berikan semampunya kebutuhan dan kepedulian

6. Sahabat Rekan pertemanan yaitu perlu disampaikan saling menghargai satu sama lain dari berbagai kesempatan misalnya pertemuan alumni dan lainnya

7. Anak orang perantauan dan budak atau lamit yaitu perlu kita berikan perhatian atas kebersamaan dan kesamaan hak hak nya

8. Kepada Masyarakat Umum

Menyapa dengan salam

Berinteraksi dengan akhlak baik

Menghadiri undangan sosial

G. Pandangan Ulama

1. Imam An-Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim)

Silaturrahmi mencakup:

Memberi manfaat

Menolak mudarat

Berbuat baik sesuai kemampuan

2. Ibnu Hajar Al-Asqalani (Fathul Bari)

Silaturrahmi terbaik adalah:

“Menghubungkan kembali hubungan yang terputus, bukan hanya membalas kebaikan.”

3. Imam Al-Ghazali (Ihya Ulumuddin)

Silaturrahmi memiliki tingkatan:

1. Memberi bantuan

2. Mengunjungi

3. Menjaga perasaan

4. Mendoakan

H. Hikmah dan Manfaat Silaturrahmi

1. Manfaat Spiritual

Mendapat ridha Allah swt

Mendekatkan diri kepada Allah swt

2. Manfaat Sosial

Menciptakan keharmonisan

Menguatkan ukhuwah Islamiyah

3. Manfaat Ekonomi

Membuka peluang rezeki

Memperluas jaringan sosial

4. Manfaat Psikologis

Mengurangi stres

Meningkatkan kebahagiaan

I. Kesimpulan

Silaturrahmi dalam Islam bukan sekadar hubungan sosial biasa, tetapi merupakan ibadah yang bernilai tinggi, terutama ketika dilakukan melalui pertemuan langsung. Dalam konteks hablum minannas, silaturrahmi menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis, penuh kasih sayang, dan diberkahi Allah SWT.

Setelah Ramadhan sebagai bulan pembelajaran maka jalanilah setelah Ramadhan lebih meningkat dalam melakukan ibadah dan kebaikan minimal sama baiknya dilakukan sewaktu Ramadhan 

Pertemuan langsung memiliki nilai:

Lebih kuat secara emosional

Lebih dalam secara spiritual

Lebih besar dampaknya dalam kehidupan sosial

J. Referensi / Kitab Rujukan

1. Al-Qur’anul Karim

2. Shahih Bukhari

3. Shahih Muslim

4. Imam An-Nawawi , Syarh Shahih Muslim

5. Ibnu Hajar Al-Asqalani , Fathul Bari

6. Imam Al-Ghazali , Ihya Ulumuddin

7. Yusuf Al-Qaradawi , Fiqh al-Awlawiyat

8. Sayyid Qutb , Fi Zhilalil Qur’an

Redaksi: Islamic tekhno tv com 


 30–60 detik)

Posting Komentar untuk "MAKNA HAKIKI SILATURRAHM"