TASYAKUR PELEPASAN PESERTA DIDIK RA DAYAH ILMI LAMPOIH SAKA: INVESTASI PENDIDIKAN USIA DINI MENUJU GENERASI QURANI DAN BERKARAKTER
Oleh: Ketua Yayasan Raudhatul Ilmi Aceh
Awal perkataan
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), termasuk Raudhatul Athfal (RA), merupakan fondasi utama dalam membangun generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki kesiapan menghadapi masa depan. Dalam rangka menandai berakhirnya proses pembelajaran peserta didik tahun ajaran 2025/2026, Yayasan Raudhatul Ilmi Aceh menyelenggarakan kegiatan Tasyakur Pelepasan Peserta Didik RA Dayah Ilmi Lampoih Saka, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie.
Acara ini berlangsung penuh haru dan kebahagiaan. Hadir dalam kesempatan tersebut para dewan guru, wali murid, tokoh masyarakat, serta pimpinan Yayasan Raudhatul Ilmi Aceh, Bustami Ahmad, S.Ag., M.Pd, yang menyampaikan pengarahan dan tausiah pendidikan kepada seluruh hadirin.
Refleksi Perubahan Pendidikan dari Masa ke Masa
Dalam arahannya, Bustami Ahmad, S.Ag., M.Pd mengungkapkan rasa haru melihat perkembangan pendidikan anak-anak saat ini dibandingkan dengan kondisi pendidikan pada dekade 1970-an dan 1980-an.
Beliau menyampaikan:
"Dahulu ketika kami seusia TK atau RA, bahkan ada yang berumur 8 hingga 10 tahun baru masuk Sekolah Dasar. Banyak anak-anak yang belum mampu membaca, menulis, bahkan mengaji. Sebagian masyarakat juga belum memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak."
Namun kondisi tersebut sangat berbeda dengan perkembangan pendidikan saat ini.
Peserta didik RA Dayah Ilmi Lampoih Saka yang rata-rata berusia 4 hingga 6 tahun telah mampu:
Mengenal huruf dan membaca dasar.
Menulis sederhana.
Menghafal surat-surat pendek Al-Qur'an.
Menghafal doa-doa harian.
Mengenal tata cara ibadah.
Berinteraksi sosial dengan baik.
Menghormati guru dan orang tua.
Memiliki karakter disiplin dan santun.
Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan usia dini memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk kecerdasan intelektual, emosional, sosial, dan spiritual anak.
Pendidikan Anak Usia Dini dalam Perspektif Islam
Islam sangat menekankan pentingnya pendidikan sejak usia dini. Anak-anak merupakan amanah Allah SWT yang wajib dipelihara dan dididik dengan baik.
Allah SWT berfirman:
Surah At-Tahrim Ayat 6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu." (QS. At-Tahrim: 6)
Kandungan Ayat
Menurut tafsir Imam Ibnu Katsir, ayat ini mengandung perintah agar orang tua mendidik anak-anaknya dengan ilmu, iman, dan akhlak sehingga mereka selamat dunia dan akhirat.
Keutamaan Menuntut Ilmu
Surah Al-Mujadilah Ayat 11
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Artinya:
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat."
(QS. Al-Mujadilah: 11)
Kandungan Ayat
Ayat ini menjelaskan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah ditentukan oleh keimanan dan ilmu pengetahuan yang dimilikinya.
Hadis Tentang Menuntut Ilmu
Rasulullah SAW bersabda:
Hadis Riwayat Ibnu Majah
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Artinya:
"Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah)
Penjelasan
Hadis ini menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya kebutuhan duniawi, tetapi merupakan kewajiban agama yang harus dimulai sejak dini.
Pendidikan Karakter Sebagai Tujuan Utama
Keberhasilan pendidikan RA Dayah Ilmi Lampoih Saka bukan hanya diukur dari kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga dari terbentuknya karakter yang baik.
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
Artinya:
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."
(HR. Ahmad)
Implementasi di RA Dayah Ilmi
Anak-anak dibiasakan:
Mengucapkan salam.
Menghormati guru.
Menghormati orang tua.
Berbagi dengan teman.
Disiplin waktu.
Menjaga kebersihan.
Menghafal doa harian.
Membiasakan ibadah.
Dengan demikian, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga pembentukan akhlakul karimah.
Belajar Sambil Bermain dalam Pendidikan Islam
Metode pembelajaran RA Dayah Ilmi Lampoih Saka mengedepankan konsep "belajar sambil bermain".
Pendekatan ini sejalan dengan perkembangan psikologi anak yang menyebutkan bahwa usia 0–6 tahun merupakan masa emas (golden age) perkembangan otak manusia.
Menurut pakar pendidikan anak:
Jean Piaget
Anak usia dini belajar melalui pengalaman langsung dan aktivitas bermain yang terarah.
Maria Montessori
Lingkungan belajar yang menyenangkan akan mempercepat perkembangan kemampuan berpikir dan kemandirian anak.
Kebahagiaan Dunia dan Akhirat Melalui Ilmu
Allah SWT berfirman:
Surah Thaha Ayat 114
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Artinya:
"Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."
(QS. Thaha: 114)
Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu adalah sarana menuju kebahagiaan hidup.
Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menjelaskan bahwa ilmu yang bermanfaat akan:
1. Membimbing manusia mengenal Allah.
2. Memperbaiki akhlak.
3. Meningkatkan kualitas ibadah.
4. Menjadi jalan memperoleh kemaslahatan dunia.
5. Mengantarkan kebahagiaan akhirat.
Apresiasi Kepada Guru dan Orang Tua
Keberhasilan peserta didik RA Dayah Ilmi Lampoih Saka tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara:
Yayasan Raudhatul Ilmi Aceh.
Kepala RA.
Dewan Guru.
Orang tua/wali murid.
Masyarakat sekitar.
Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang menanamkan ilmu dan akhlak sejak dini, sedangkan orang tua adalah madrasah pertama bagi anak-anak.
Kesimpulan
Tasyakur Pelepasan Peserta Didik RA Dayah Ilmi Lampoih Saka merupakan momentum syukur atas keberhasilan pendidikan usia dini yang telah melahirkan generasi Qurani, cerdas, sehat, dan berakhlak mulia.
Pengarahan Pimpinan Yayasan Raudhatul Ilmi Aceh, Bustami Ahmad, S.Ag., M.Pd, mengingatkan bahwa kemajuan pendidikan saat ini merupakan nikmat besar yang patut disyukuri. Jika dahulu banyak anak pada usia sekolah belum mampu membaca dan mengaji, maka kini anak-anak RA telah mampu membaca, menulis, menghafal surat pendek, doa harian, serta memiliki karakter yang santun dan religius.
Pendidikan usia dini bukan sekadar persiapan memasuki jenjang sekolah dasar, tetapi merupakan investasi peradaban yang akan menentukan masa depan umat, bangsa, dan agama.
Sebagaimana pesan Rasulullah SAW:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Artinya:
"Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."
(HR. Muslim )
Daftar Pustaka
1. Al-Qur'an Al-Karim.
2. Shahih Muslim.
3. Sunan Ibnu Majah.
4. Musnad Imam Ahmad.
5. Tafsir Ibnu Katsir.
6. Tafsir Al-Qurthubi.
7. Imam Al-Ghazali, Ihya' Ulumuddin.
8. Abdullah Nashih Ul
wan, Tarbiyatul Aulad fil Islam.
9. Jean Piaget, The Psychology of Intelligence.
10. Maria Montessori, The Montessori Method.
11. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
12. Permendikbud tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Redaksi Islamic tekhno tv com

Posting Komentar untuk "Tasyakur RA Dayah Ilmi Lampoih Saka"