Bagian 5 Penutup ! " Isi Pokok Wasiat Rasulullah Saw Pada Umatnya "

Isi pokok wasiat Rasulullah Saw Pada Umat

Pada bagian ke V (Penutup) sebagai bagian akhir dari kajian pembahasan ilmiah mengenai "Wasiat Rasulullah Saw kepada Umat pada Haji Wada' di Padang Arafah".

Oleh : Dr.Tgk.H.Amri Fatmi, Lc., MA

Dirangkum: ust.Bustami Ahmad, S.Ag.,M.Pd

A. Kesimpulan dari bagian I sd V 

Haji Wada' yang dilaksanakan Rasulullah Saw  pada tahun ke-10 Hijriah merupakan peristiwa yang sangat agung dalam sejarah Islam. Di Padang Arafah, pada tanggal 9 Zulhijjah, Rasulullah Saw  menyampaikan khutbah yang dikenal sebagai Khutbah Wada', yang menjadi wasiat terakhir beliau kepada seluruh umat Islam hingga akhir zaman.

Khutbah tersebut merupakan ringkasan ajaran Islam yang mencakup hubungan manusia dengan Allah (حَبْلٌ مِنَ اللَّهِ) dan hubungan manusia dengan sesama (حَبْلٌ مِنَ النَّاسِ). Seluruh pesan Rasulullah Saw  mengarah kepada terwujudnya masyarakat yang bertauhid, adil, aman, damai, dan bermartabat.

Pokok-pokok wasiat Rasulullah Saw dalam Haji Wada' meliputi:

1. Menjaga kesucian darah, harta, dan kehormatan setiap manusia.

2. Menghapus segala bentuk kezaliman, termasuk praktik riba.

3. Memperlakukan perempuan dengan baik serta menunaikan hak dan kewajibannya secara adil.

4. Berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman hidup.

5. Menjaga persatuan umat Islam dan menghindari pertumpahan darah.

6. Menegaskan persamaan seluruh manusia; tidak ada kelebihan berdasarkan suku, bangsa, warna kulit, ataupun keturunan, melainkan hanya karena ketakwaan.

7. Menyampaikan risalah Islam kepada generasi berikutnya sebagai amanah dakwah.

Selain itu, Rasulullah Saw menjelaskan kemuliaan empat bulan haram, yaitu:

1. ذُو الْقَعْدَةِ (Zulkaidah),

2. ذُو الْحِجَّةِ (Zulhijah),

3. الْمُحَرَّمُ (Muharam),

4. رَجَبُ (Rajab).

Pada bulan-bulan tersebut umat Islam diperintahkan untuk lebih menjaga diri dari kezaliman, memperbanyak ibadah, memperkuat ketakwaan, memperbanyak taubat, zikir, sedekah, silaturahim, dan amal-amal kebajikan.

Khutbah Wada' juga menunjukkan bahwa Islam telah sempurna sebagaimana firman Allah Ta'ala:

ٱلۡيَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَٰمَ دِينٗا

Artinya:

"Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu." (QS. Al-Mā'idah: 3)

Ayat ini menjadi bukti bahwa syariat Islam telah lengkap dan sempurna sebagai pedoman hidup umat manusia.

B. Saran Ajakan 

Berdasarkan pembahasan dalam tulisan ini, beberapa saran yang dapat dikemukakan adalah:

1. Kaum muslimin hendaknya menjadikan Khutbah Wada' sebagai pedoman dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, dan negara.

2. Para ulama, guru, dosen, khatib, dan da'i perlu terus mengkaji serta menyampaikan kandungan Khutbah Wada' kepada masyarakat agar nilai-nilai Islam tetap hidup di tengah umat.

3. Lembaga pendidikan Islam perlu memasukkan kajian Khutbah Wada' sebagai bagian dari pendidikan akhlak, sejarah kebudayaan Islam, dan pendidikan karakter.

4. Setiap muslim hendaknya memuliakan empat bulan haram dengan memperbanyak amal saleh, menjauhi maksiat, mempererat ukhuwah, dan memperbanyak doa serta istigfar.

C. Penutup

Khutbah Wada' merupakan warisan terbesar Rasulullah Saw  bagi umat Islam setelah Al-Qur'an dan Sunnah. Di dalamnya terkandung prinsip-prinsip tauhid, keadilan, persaudaraan, amanah, penghormatan terhadap hak manusia, serta ketakwaan kepada Allah.

Apabila nilai-nilai tersebut diamalkan secara sungguh-sungguh, maka akan lahir masyarakat yang damai, adil, saling menghormati, serta memperoleh keberkahan dari Allah سبحانه وتعالى.

Semoga Allah Ta'ala menjadikan kita termasuk orang-orang yang berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah, mengamalkan wasiat Rasulullah Saw serta dikumpulkan bersama beliau di surga Firdaus.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْقُرْآنِ، وَمِنَ الْمُتَّبِعِينَ لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ ﷺ، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْإِيمَانِ وَالتَّقْوَى، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِلْمُسْلِمِينَ أَجْمَعِينَ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. Artinya:

"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk ahli Al-Qur'an, termasuk orang-orang yang mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad ﷺ. Wafatkanlah kami dalam iman dan ketakwaan. Ampunilah kami, kedua orang tua kami, dan seluruh kaum muslimin. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad Saw , keluarga beliau, dan seluruh sahabat beliau."

آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Daftar Pustaka

1. Al-Qur'an al-Karim.

2. Imam Al-Bukhari, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī.

3. Imam Muslim, Ṣaḥīḥ Muslim.

4. Imam Malik, Al-Muwaṭṭa'.

5. Imam An-Nawawi, Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim.

6. Ibnu Hajar Al-'Asqalani, Fatḥ al-Bārī bi Syarḥ Ṣaḥīḥ al-Bukhārī.

7. Ibnu Katsir, Tafsīr al-Qur'ān al-'Aẓīm.

8. Al-Qurthubi, Al-Jāmi' li Aḥkām al-Qur'ān.

9. Imam Ath-Thabari, Jāmi' al-Bayān.

10. Imam Al-Ghazali, Al-Mustaṣfā min 'Ilm al-Uṣūl.

11. Imam Asy-Syathibi, Al-Muwāfaqāt.

12. Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, Zād al-Ma'ād.

13. Ibnu Rajab Al-Hanbali, Laṭā'if al-Ma'ārif.

14. Syekh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri, Ar-Raḥīq al-Makhtūm.

15. Dr. Wahbah Az-Zuhaili, At-Tafsīr al-Munīr.

16. Kitab  Riyadus Shalihin sarahan Dr. Tgk. H. Amri Fatmi, Lc., M.A., Materi Kajian Subuh: Wasiat Rasulullah Saw pada Haji Wada', Masjid Agung Al-Falah Sigli.

Dengan selesainya BAB V, naskah ini telah menjadi artikel ilmiah yang utuh. Untuk memperkaya nilai akademiknya, dan langkah berikutnya yang sangat bermanfaat adalah membaca kembali Naskah wasiat Rasulullah Saw dan mengamalkan nya dalam hidup dan kehidupan sehari hari 

Wallahu A'lam bissawab

Redaksi: Islamic tekhno tv com 

Posting Komentar untuk "Bagian 5 Penutup ! " Isi Pokok Wasiat Rasulullah Saw Pada Umatnya ""