MENDIDIK ANAK MENJADI GENERASI SHALEH DI AKHIR ZAMAN (Pendidikan Iman di Rumah, Peran Ayah & Ibu, dan Lingkungan yang Baik)
Oleh: Cik Gu Bustami Ahmad
ABSTRAK
Pendidikan anak dalam Islam merupakan amanah ilahiyah yang menentukan masa depan umat. Di akhir zaman, tantangan moral, akidah, dan sosial semakin kompleks sehingga pembinaan generasi shaleh harus dimulai dari keluarga melalui penanaman iman, optimalisasi peran ayah dan ibu, serta penciptaan lingkungan yang kondusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan merujuk pada Al-Qur’an, Hadis, serta pandangan para ulama klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa keluarga adalah madrasah pertama dan utama dalam membentuk kepribadian anak.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Fenomena kerusakan moral generasi merupakan tanda zaman yang telah diperingatkan oleh Rasulullah ﷺ. Solusi utama dalam Islam adalah pendidikan iman sejak dini.
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“…Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (QS. At-Tahrīm: 6)
Makna ayat: kewajiban orang tua adalah mendidik iman, ilmu, dan akhlak kepada anak.
Ali bin Abi Thalib menafsirkan:
عَلِّمُوهُمْ وَأَدِّبُوهُمْ
“Ajarkan ilmu dan didik adab mereka.”
METODOLOGI
Jenis penelitian: studi kepustakaan (library research) dengan analisis terhadap kitab tafsir, syarah hadis, dan literatur pendidikan Islam klasik dan modern.
PEMBAHASAN
1. Pendidikan Iman di Rumah
a. Rumah sebagai Madrasah Pertama
Rasulullah Saw bersabda:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban.” (HR. Bukhari Muslim)
Makna:
Orang tua bertanggung jawab atas akidah anak
Pendidikan iman tidak boleh diserahkan sepenuhnya ke sekolah
b. Menanamkan Tauhid Sejak Dini
Teladan Luqman:
يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ
“Wahai anakku, janganlah engkau menyekutukan Allah.” (QS. Luqmān: 13)
Ini menunjukkan:
Materi pertama pendidikan = tauhid
Dilakukan dengan penuh kasih sayang (يَا بُنَيَّ)
c. Membiasakan Ibadah
Hadis:
مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ لِسَبْعٍ
“Perintahkan anak kalian shalat pada usia tujuh tahun.” (HR. Abu Dawud)
d. Keutamaan Pendidikan Agama
Rasulullah Saw bersabda:
مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدًا أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ
“Tidak ada pemberian terbaik dari orang tua selain adab yang baik.”
Imam Al-Ghazali: Anak adalah permata yang siap diukir sesuai pendidikan yang diberikan.
e. Pandangan Ulama
Ibnu Qayyim:
Kerusakan anak berasal dari kelalaian orang tua dalam pendidikan agama.
2. Peran Ayah dan Ibu
a. Peran Ayah sebagai Qawwam dan Murabbi
Ayah:
Pemimpin keluarga
Penanam visi keimanan
Teladan tanggung jawab
Pendidikan akhlak berakar dari iman yang ditanamkan orang tua.
Dalil kepemimpinan:
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ
(QS. An-Nisā’: 34)
Makna pendidikan:
Ayah bukan hanya pencari nafkah
Ayah = pembimbing spiritual
b. Peran Ibu sebagai Madrasah Ula
Syair ulama:
الأُمُّ مَدْرَسَةٌ إِذَا أَعْدَدْتَهَا
أَعْدَدْتَ شَعْبًا طَيِّبَ الأَعْرَاقِ
Ibu berperan:
Penanam cinta iman
Pembentuk emosi anak
Pendidik adab harian
c. Sinergi Ayah & Ibu
Metode Rasulullah Saw:
Lemah lembut
Dialog
Keteladanan
3. Lingkungan yang Baik
a. Pengaruh Lingkungan
Hadis:
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ
“Seseorang tergantung agama temannya.” (HR. Abu Dawud)
b. Memilih Lingkungan Shalih
Strategi:
Sekolah yang baik
Sahabat yang shalih
Majelis ilmu
c. Lingkungan Digital di Akhir Zaman
Prinsip:
Kontrol media
Pendampingan orang tua
Alternatif aktivitas iman
KARAKTER GENERASI SHALEH
Ciri generasi shaleh:
1. Aqidah lurus
2. Ibadah benar
3. Akhlak mulia
4. Berbakti kepada orang tua
5. Bermanfaat bagi umat
ANALISIS PENDAPAT ULAMA KLASIK
1. Imam Al-Ghazali , Ihyā’ Ulūmuddīn
Pendidikan anak:
Dimulai dengan Al-Qur’an
Dijaga dari lingkungan buruk
2. Ibnu Qayyim , Tuhfatul Maudūd
Fokus:
Tauhid
Akhlak
Pembiasaan ibadah
3. Abdullah Nashih Ulwan , Tarbiyatul Aulād fil Islām
Metode:
Keteladanan
Nasihat
Pengawasan
Hukuman edukatif
RELEVANSI DI AKHIR ZAMAN
Tantangan:
Krisis akhlak
Media digital
Sekularisasi
Solusi Islam:
Kembali ke pendidikan iman keluarga
KESIMPULAN
1. Pendidikan iman di rumah adalah fondasi utama pembentukan generasi shaleh.
2. Ayah sebagai pemimpin spiritual dan ibu sebagai madrasah pertama harus bersinergi.
3. Lingkungan yang baik menentukan keberhasilan pendidikan anak.
4. Kelalaian orang tua dalam pendidikan agama adalah sebab utama kerusakan generasi.
REKOMENDASI
Model pendidikan generasi akhir zaman:
Rumah berbasis Al-Qur’an
Program ibadah harian keluarga
Majelis ilmu keluarga
Kontrol media digital
DAFTAR PUSTAKA (KITAB RUJUKAN)
Kitab Tafsir & Hadis
1. Ibnu Katsir , Tafsīr al-Qur’ān al-‘Azhīm
2. Al-Qurthubi , Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’ān
3. Shahih Bukhari
4. Shahih Muslim
5. Sunan Abu Dawud
Kitab Tarbiyah
1. Al-Ghazali , Ihyā’ Ulūmuddīn
2. Ibnu Qayyim , Tuhfatul Maudūd bi Ahkām al-Maulūd
3. Abdullah Nashih Ulwan , Tarbiyatul Aulād fil Islām
Referensi Ilmiah Kontemporer
Kajian peran orang tua dalam pendidikan anak
Prinsip pendidikan keluarga dalam Islam
PENUTUP (HIKMAH TARBIYAH)
Generasi shaleh tidak lahir secara instan, tetapi dibentuk melalui:
Doa
Keteladanan
Kesabaran
Lingkungan iman
Sebagaimana doa para hamba الرحمن:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ
“Ya Rabb kami, anugerahkan kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk mata.” (QS. Al-Furqan: 74)
Redaksi: Islamic tekhno tv com
Posting Komentar untuk "Tarbiyah Ramadhan: "MENDIDIK ANAK MENJADI GENERASI SHALEH DI AKHIR ZAMAN ""